Kuesioneronline – Teman-teman yang sedang mengerjakan skripsi mungkin pernah mengalami situasi seperti ini: judul penelitian sudah ada, variabel sudah ditentukan, tetapi ketika harus membuat kuesioner justru bingung harus memulai dari mana.
Pertanyaan yang muncul biasanya hampir sama.
Apa saja yang harus ditanyakan? Berapa jumlah pertanyaannya? Apakah harus menggunakan skala Likert? Dan bagaimana memastikan kuesioner tersebut benar-benar sesuai dengan penelitian?
Di sinilah proses penyusunan instrumen menjadi penting.
Kuesioner bukan sekadar kumpulan pertanyaan yang dibuat lalu dibagikan kepada responden. Setiap pertanyaan seharusnya memiliki hubungan dengan tujuan penelitian dan variabel yang ingin diukur.
Karena itu, cara membuat kuesioner yang baik dimulai jauh sebelum membuka Google Forms.
Berikut langkah-langkah yang bisa digunakan sebagai panduan.
Daftar Isi
- Apa Itu Kuesioner Penelitian?
- Cara Membuat Kuesioner Penelitian
- Tentukan Tujuan Penelitian
- Tentukan Variabel
- Tentukan Indikator
- Buat Kisi-Kisi Kuesioner
- Susun Pertanyaan
- Tentukan Skala Jawaban
- Buat Identitas Responden
- Buat Petunjuk Pengisian
- Lakukan Uji Instrumen
- Buat Kuesioner Online
- Contoh Kuesioner Penelitian
- Kesalahan Saat Membuat Kuesioner
- Tips Membuat Kuesioner yang Mudah Diisi
- Cara Mendapatkan Responden Penelitian
- Kesimpulan
Apa Itu Kuesioner Penelitian?
Kuesioner adalah instrumen pengumpulan data yang berisi sejumlah pertanyaan atau pernyataan yang diberikan kepada responden.
Jawaban responden kemudian digunakan sebagai data untuk menjawab tujuan penelitian.
Misalnya seorang mahasiswa ingin melakukan penelitian dengan judul:
“Pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Pelanggan.”
Dari judul tersebut terdapat setidaknya dua variabel:
- X = Kualitas Pelayanan
- Y = Kepuasan Pelanggan
Kuesioner kemudian digunakan untuk mengukur kedua variabel tersebut.
Jadi, peneliti tidak seharusnya membuat pertanyaan secara acak.
Pertanyaan perlu diturunkan dari variabel → indikator → item pertanyaan atau pernyataan.
Struktur tersebut membantu memastikan bahwa instrumen yang dibuat memiliki hubungan dengan apa yang ingin diukur.
Cara Membuat Kuesioner Penelitian
Lalu, bagaimana langkah membuatnya?
1. Tentukan Tujuan Penelitian
Sebelum membuat pertanyaan, pahami terlebih dahulu apa yang ingin diketahui.
Contohnya:
Mengetahui pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan.
Tujuan tersebut menjadi dasar untuk menentukan informasi apa yang perlu dikumpulkan.
Jika tujuan penelitian belum jelas, kuesioner biasanya akan menjadi terlalu luas.
Banyak pertanyaan mungkin terlihat lengkap, tetapi belum tentu semuanya diperlukan.
2. Tentukan Variabel Penelitian
Langkah berikutnya adalah menentukan variabel.
Misalnya:
Variabel X: Kualitas Pelayanan
Variabel Y: Kepuasan Pelanggan
Setelah variabel diketahui, cari definisi operasional dan landasan teori yang sesuai dengan penelitian.
Jangan hanya menentukan variabel berdasarkan apa yang terlihat mudah dibuat pertanyaannya.
Variabel harus sesuai dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian.
3. Tentukan Indikator
Variabel biasanya masih terlalu luas jika langsung dijadikan pertanyaan.
Karena itu, variabel perlu dijabarkan menjadi indikator.
Sebagai ilustrasi, sebuah variabel kualitas pelayanan dapat memiliki beberapa aspek yang berkaitan dengan pengalaman pelanggan, seperti kecepatan pelayanan, kejelasan informasi, dan keramahan petugas.
Dari indikator tersebut kemudian dibuat beberapa item.
Contohnya:
Indikator: Kejelasan informasi
“Informasi mengenai layanan mudah saya pahami.”
Indikator: Kecepatan pelayanan
“Pelayanan diberikan dalam waktu yang sesuai dengan kebutuhan saya.”
Dengan pola tersebut, setiap pertanyaan memiliki dasar yang jelas.
4. Buat Kisi-Kisi Kuesioner
Sebelum langsung membuat pertanyaan, buatlah kisi-kisi.
Contoh sederhana:
| Variabel | Indikator | Item |
|---|---|---|
| Kualitas Pelayanan | Kejelasan informasi | 1, 2 |
| Kualitas Pelayanan | Kecepatan pelayanan | 3, 4 |
| Kualitas Pelayanan | Keramahan | 5, 6 |
| Kepuasan | Kesesuaian harapan | 7, 8 |
| Kepuasan | Keinginan menggunakan kembali | 9, 10 |
Kisi-kisi membantu peneliti melihat apakah semua indikator sudah memiliki item pengukuran.
Ini juga memudahkan ketika jumlah pertanyaan mulai bertambah.
5. Susun Pertanyaan atau Pernyataan
Setelah kisi-kisi siap, barulah susun item kuesioner.
Usahakan setiap pertanyaan memiliki makna yang jelas.
Misalnya:
“Informasi mengenai produk mudah saya pahami.”
lebih mudah dijawab dibandingkan kalimat yang terlalu panjang dan menggunakan beberapa istilah sekaligus.
Hindari pula pertanyaan yang menggabungkan dua hal berbeda.
Contohnya:
“Pelayanan cepat dan petugasnya ramah.”
Masalahnya, bagaimana jika responden menganggap pelayanan cepat tetapi petugas kurang ramah?
Responden akan kesulitan menentukan satu jawaban.
Lebih baik dipisahkan:
“Pelayanan diberikan dengan cepat.”
dan:
“Petugas memberikan pelayanan dengan ramah.”
6. Tentukan Skala Jawaban
Salah satu format yang umum digunakan dalam kuesioner penelitian adalah skala Likert.
Contohnya:
| Skor | Keterangan |
|---|---|
| 1 | Sangat Tidak Setuju |
| 2 | Tidak Setuju |
| 3 | Netral |
| 4 | Setuju |
| 5 | Sangat Setuju |
Misalnya pernyataannya:
“Saya merasa proses pelayanan mudah dilakukan.”
Responden kemudian memilih tingkat persetujuannya.
Namun, skala Likert bukan satu-satunya pilihan.
Jika ingin mengukur frekuensi, misalnya, format berikut mungkin lebih sesuai:
- Tidak Pernah
- Jarang
- Kadang-kadang
- Sering
- Sangat Sering
Jadi, pilih skala berdasarkan jenis informasi yang ingin diukur, bukan sekadar mengikuti template penelitian orang lain.
7. Buat Bagian Identitas Responden
Jika karakteristik responden diperlukan untuk penelitian, buat bagian khusus.
Contohnya:
Identitas Responden
- Usia: ___ tahun
- Jenis kelamin:
- Laki-laki
- Perempuan
- Pendidikan:
- SMA/SMK
- Diploma
- S1
- S2
- Lainnya
- Domisili: __________
Namun, jangan memasukkan semua data pribadi hanya karena tersedia sebagai pilihan.
Tanyakan informasi yang memang diperlukan untuk tujuan penelitian.
8. Buat Petunjuk Pengisian
Jangan menganggap responden pasti memahami cara mengisi kuesioner.
Berikan instruksi singkat.
Contohnya:
Petunjuk Pengisian:
Bacalah setiap pernyataan dengan teliti. Pilih satu jawaban yang paling sesuai dengan kondisi atau pengalaman Anda. Tidak ada jawaban benar atau salah. Seluruh jawaban akan digunakan untuk kebutuhan penelitian.
Petunjuk tersebut dapat disesuaikan dengan karakteristik penelitian.
9. Lakukan Uji Instrumen
Sebelum kuesioner digunakan untuk pengumpulan data utama, lakukan pengujian sesuai metode penelitian.
Tujuannya bukan sekadar mengetahui apakah tampilannya sudah bagus.
Peneliti juga perlu mempertimbangkan apakah instrumen tersebut mampu mengukur konstruk yang dimaksud dan menghasilkan data yang dapat digunakan.
Dalam penelitian kuantitatif, pembahasan mengenai validitas dan reliabilitas menjadi bagian penting dalam evaluasi instrumen.
Jangan sampai kuesioner sudah mendapatkan ratusan respons, tetapi kemudian ditemukan masalah pada instrumennya.
10. Buat Kuesioner Online
Setelah pertanyaan siap, kuesioner dapat dibuat dalam platform online seperti Google Forms.
Google menjelaskan bahwa Google Forms dapat digunakan untuk membuat formulir, menambahkan pertanyaan, mengirimkannya kepada responden, serta mengumpulkan dan melihat respons. (support.google.com)
Struktur sederhananya dapat dibuat seperti:
Bagian 1 — Pembukaan
- Judul penelitian
- Nama peneliti
- Tujuan penelitian
- Petunjuk pengisian
Bagian 2 — Karakteristik Responden
- Usia
- Jenis kelamin
- Domisili
- Kriteria lain yang diperlukan
Bagian 3 — Variabel X
Pertanyaan atau pernyataan mengenai variabel X.
Bagian 4 — Variabel Y
Pertanyaan atau pernyataan mengenai variabel Y.
Bagian 5 — Penutup
Ucapan terima kasih kepada responden.
Struktur seperti ini membuat kuesioner lebih mudah dipahami dan dinavigasi.
Contoh Kuesioner Penelitian
Sebagai contoh, anggap sebuah penelitian memiliki judul:
“Pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Pelanggan.”
Maka kuesionernya dapat dibuat seperti berikut.
Variabel X — Kualitas Pelayanan
Gunakan skala:
1 = Sangat Tidak Setuju
2 = Tidak Setuju
3 = Netral
4 = Setuju
5 = Sangat Setuju
Contoh item:
- Informasi mengenai layanan mudah saya pahami.
- Proses pelayanan mudah dilakukan.
- Pelayanan diberikan sesuai dengan kebutuhan saya.
- Petugas memberikan informasi dengan jelas.
- Petugas memberikan pelayanan dengan ramah.
Variabel Y — Kepuasan Pelanggan
Contoh item:
- Saya puas dengan layanan yang saya terima.
- Layanan yang diberikan sesuai dengan harapan saya.
- Saya merasa keputusan menggunakan layanan tersebut sudah tepat.
- Saya bersedia menggunakan layanan tersebut kembali.
Sekali lagi, contoh tersebut bukan template yang otomatis cocok untuk semua penelitian.
Peneliti tetap perlu menyesuaikannya dengan teori, indikator, objek, dan karakteristik penelitian.
Kesalahan Saat Membuat Kuesioner
Ada beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari.
Membuat Pertanyaan Tanpa Dasar
Jangan membuat pertanyaan hanya karena terdengar relevan.
Setiap item sebaiknya memiliki hubungan yang jelas dengan indikator dan tujuan penelitian.
Pertanyaan Terlalu Panjang
Pertanyaan yang terlalu panjang dapat membuat responden kehilangan fokus.
Gunakan kalimat yang langsung pada inti.
Menggunakan Istilah yang Sulit
Jika responden berasal dari masyarakat umum, hindari istilah akademik yang tidak perlu.
Gunakan bahasa yang dipahami target responden.
Menggabungkan Dua Pertanyaan
Hindari pertanyaan seperti:
“Apakah aplikasi ini mudah digunakan dan memiliki fitur yang lengkap?”
Mudah digunakan dan fitur lengkap merupakan dua aspek berbeda.
Pisahkan menjadi:
“Aplikasi ini mudah digunakan.”
dan:
“Aplikasi ini memiliki fitur yang sesuai dengan kebutuhan saya.”
Terlalu Banyak Pertanyaan
Kuesioner panjang belum tentu lebih baik.
Jika satu variabel sudah memiliki item yang cukup untuk kebutuhan pengukuran, jangan menambahkan pertanyaan yang sebenarnya tidak diperlukan.
Tidak Melakukan Uji Coba
Jangan langsung menyebarkan kuesioner kepada seluruh responden tanpa memeriksa apakah pertanyaan dapat dipahami.
Mintalah beberapa orang membaca atau mencoba mengisinya terlebih dahulu.
Tips Membuat Kuesioner yang Mudah Diisi
Ada beberapa hal sederhana yang dapat meningkatkan pengalaman responden.
Gunakan kalimat yang jelas.
Hindari struktur kalimat yang berbelit-belit.
Gunakan pilihan jawaban yang konsisten.
Jika menggunakan skala 1–5, pertahankan pola tersebut untuk bagian yang memang menggunakan konstruk yang sama.
Kelompokkan pertanyaan berdasarkan variabel.
Responden akan lebih mudah memahami konteks pertanyaan.
Jelaskan tujuan penelitian.
Pembukaan yang jelas membuat responden mengetahui mengapa mereka diminta mengisi kuesioner.
Jangan meminta data yang tidak diperlukan.
Selain membuat survei lebih panjang, pertanyaan yang tidak relevan juga dapat mengurangi kenyamanan responden.
Cara Mendapatkan Responden Penelitian
Setelah mengetahui cara membuat kuesioner, tahap berikutnya adalah mendapatkan responden.
Kuesioner dapat dibagikan melalui:
- komunitas
- grup kampus
- media sosial
- Google Forms
- platform survei online
Namun, penyebaran secara luas belum tentu menghasilkan responden yang sesuai.
Misalnya penelitian membutuhkan:
100 mahasiswa aktif berusia 18–24 tahun yang berdomisili di Yogyakarta.
Maka peneliti perlu memastikan bahwa responden memang memenuhi kriteria tersebut.
Hal ini penting karena jumlah responden bukan satu-satunya hal yang menentukan kualitas data.
Kesesuaian responden dengan populasi dan kriteria penelitian juga perlu diperhatikan.
Jika teman-teman membutuhkan bantuan dalam jasa responden penelitian atau pengumpulan data untuk skripsi dan tugas akhir, KuesionerOnline dapat menjadi salah satu opsi untuk membantu mendapatkan responden berdasarkan kriteria yang dibutuhkan.
Kesimpulan
Cara membuat kuesioner penelitian yang baik dimulai dari tujuan penelitian, bukan dari membuat Google Forms.
Tentukan terlebih dahulu tujuan penelitian, variabel, indikator, dan kisi-kisi. Setelah itu, susun pertanyaan yang jelas, tentukan skala jawaban, buat petunjuk pengisian, kemudian lakukan pengujian instrumen sebelum kuesioner disebarkan.
Jangan lupa bahwa kuesioner harus dibuat berdasarkan kebutuhan penelitian.
Contoh kuesioner dari internet boleh digunakan sebagai referensi, tetapi jangan langsung disalin tanpa memahami dasar teori dan konteks penelitian.
Setelah instrumen siap, pastikan responden yang mengisi juga sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan.
Dengan begitu, proses pengumpulan data tidak berhenti pada mendapatkan banyak jawaban, tetapi menghasilkan data yang memang relevan dengan tujuan penelitian.
6. REFERENSI
Referensi:

