Kuesioneronline – Teman-teman yang sedang mengerjakan penelitian mungkin sudah memiliki daftar pertanyaan, tetapi masih bingung bagaimana mengubahnya menjadi form kuesioner yang mudah dibagikan kepada responden.
Apalagi sekarang kuesioner tidak harus dicetak.
Pertanyaan dapat dibuat secara online, kemudian dibagikan menggunakan sebuah tautan. Responden cukup membuka tautan tersebut melalui laptop atau smartphone dan mengisi jawaban yang tersedia.
Salah satu platform yang sering digunakan untuk kebutuhan tersebut adalah Google Forms.
Namun, membuat form kuesioner sebenarnya bukan hanya soal memasukkan pertanyaan ke dalam sebuah formulir.
Struktur pertanyaan, pilihan jawaban, instruksi, karakteristik responden, hingga cara mengelola data perlu diperhatikan agar form benar-benar sesuai dengan tujuan penelitian.
Lalu, seperti apa bentuknya?
Daftar Isi
- Apa Itu Form Kuesioner?
- Apa Fungsi Form Kuesioner?
- Struktur Form Kuesioner Penelitian
- Contoh Form Kuesioner
- Cara Membuat Form Kuesioner Online
- Jenis Pertanyaan dalam Form Kuesioner
- Tips Membuat Form Kuesioner
- Kesalahan yang Perlu Dihindari
- Form Kuesioner untuk Skripsi
- Cara Mendapatkan Responden
- Kesimpulan
Apa Itu Form Kuesioner?
Form kuesioner adalah formulir yang digunakan untuk menyajikan pertanyaan atau pernyataan kepada responden dan mengumpulkan jawaban mereka.
Form tersebut dapat dibuat dalam bentuk fisik maupun digital.
Dalam konteks online, form kuesioner biasanya dibuat menggunakan platform seperti Google Forms, kemudian dibagikan melalui tautan.
Google menjelaskan bahwa Google Forms dapat digunakan untuk membuat formulir dan survei, mengirimkannya kepada orang lain, serta mengumpulkan dan melihat respons yang diberikan. Google Docs Editors Help – Cara menggunakan Google Formulir
Contohnya sederhana.
Seorang mahasiswa sedang melakukan penelitian tentang kepuasan mahasiswa terhadap layanan akademik.
Daripada memberikan kuesioner dalam bentuk kertas, peneliti dapat membuat form online yang berisi:
- informasi penelitian
- persetujuan responden
- identitas atau karakteristik responden
- pertanyaan penelitian
- pilihan jawaban
- ucapan terima kasih
Setelah selesai, tautannya dapat dibagikan kepada responden yang memenuhi kriteria.
Apa Fungsi Form Kuesioner?
Form kuesioner memiliki fungsi utama sebagai media untuk mengumpulkan data dari responden.
Namun, penggunaannya bisa berbeda-beda.
Untuk Penelitian
Dalam penelitian, form kuesioner dapat digunakan untuk memperoleh data mengenai sikap, persepsi, pengalaman, perilaku, atau karakteristik responden.
Misalnya:
Pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Pelanggan
Peneliti dapat membuat sejumlah pernyataan untuk mengukur kualitas pelayanan dan kepuasan pelanggan.
Untuk Skripsi
Mahasiswa dapat menggunakan form kuesioner untuk mengumpulkan data penelitian dari responden yang sesuai dengan kriteria sampel.
Misalnya:
Mahasiswa aktif berusia 18–24 tahun yang pernah menggunakan layanan tertentu.
Kriteria tersebut perlu diperhatikan ketika menentukan siapa yang boleh mengisi form.
Untuk Survei Pelanggan
Perusahaan dapat membuat form untuk mengetahui pengalaman pelanggan.
Contohnya:
“Seberapa puas Anda terhadap layanan yang kami berikan?”
Kemudian responden dapat memilih:
- Sangat Tidak Puas
- Tidak Puas
- Cukup Puas
- Puas
- Sangat Puas
Untuk Evaluasi Kegiatan
Form juga dapat digunakan setelah seminar, pelatihan, workshop, atau kegiatan lainnya.
Pertanyaan dapat mencakup:
- kualitas materi
- pembicara
- fasilitas
- durasi
- penyelenggaraan
- saran peserta
Struktur Form Kuesioner Penelitian
Form kuesioner penelitian sebaiknya memiliki struktur yang jelas.
Salah satu struktur sederhananya adalah sebagai berikut.
1. Judul Penelitian
Contoh:
Kuesioner Penelitian: Pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Pelanggan
Judul membantu responden memahami konteks form yang akan mereka isi.
2. Pengantar
Berikan penjelasan singkat mengenai penelitian.
Contohnya:
Kuesioner ini digunakan untuk memperoleh data dalam rangka penelitian mengenai kualitas pelayanan dan kepuasan pelanggan. Mohon mengisi setiap pertanyaan sesuai dengan kondisi dan pengalaman Anda.
Jangan membuat pengantar terlalu panjang.
3. Persetujuan Responden
Jika diperlukan, berikan informasi mengenai partisipasi responden sebelum mereka melanjutkan.
Misalnya:
Saya bersedia menjadi responden dalam penelitian ini dan memberikan jawaban sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Pilihan:
- Ya, saya bersedia
- Tidak, saya tidak bersedia
4. Karakteristik Responden
Bagian ini dapat berisi informasi yang memang diperlukan dalam penelitian.
Contoh:
Usia:
- 18–20 tahun
- 21–23 tahun
- 24–26 tahun
-
26 tahun
Jenis kelamin:
- Laki-laki
- Perempuan
Domisili:
Tidak semua data pribadi perlu dimasukkan.
Gunakan hanya informasi yang relevan dengan kebutuhan penelitian.
5. Pertanyaan Utama
Ini merupakan bagian inti.
Misalnya menggunakan skala Likert:
| Pernyataan | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
|---|---|---|---|---|---|
| Informasi layanan mudah dipahami. | ☐ | ☐ | ☐ | ☐ | ☐ |
| Proses pelayanan mudah dilakukan. | ☐ | ☐ | ☐ | ☐ | ☐ |
| Petugas memberikan pelayanan dengan ramah. | ☐ | ☐ | ☐ | ☐ | ☐ |
Keterangan:
1 = Sangat Tidak Setuju
2 = Tidak Setuju
3 = Netral
4 = Setuju
5 = Sangat Setuju
6. Pertanyaan Terbuka
Jika dibutuhkan, tambahkan pertanyaan yang memungkinkan responden memberikan jawaban sendiri.
Contoh:
Apa yang menurut Anda perlu diperbaiki dari layanan tersebut?
Jawaban:
7. Penutup
Akhiri form dengan ucapan terima kasih.
Contoh:
Terima kasih telah meluangkan waktu untuk berpartisipasi dalam penelitian ini.
Sederhana, tetapi tetap penting untuk memberikan penutup yang baik.
Contoh Form Kuesioner
Misalnya Anda sedang membuat penelitian dengan topik kepuasan pelanggan.
Form dapat disusun seperti berikut.
Bagian A — Data Responden
1. Usia
- 18–20 tahun
- 21–25 tahun
- 26–30 tahun
-
30 tahun
2. Jenis kelamin
- Laki-laki
- Perempuan
3. Seberapa sering Anda menggunakan layanan ini?
- Baru pertama kali
- 1–2 kali
- 3–5 kali
- Lebih dari 5 kali
Bagian B — Kualitas Pelayanan
Petunjuk: Pilih jawaban yang paling sesuai dengan pengalaman Anda.
1 = Sangat Tidak Setuju
2 = Tidak Setuju
3 = Netral
4 = Setuju
5 = Sangat Setuju
1. Informasi mengenai layanan mudah saya pahami.
○ 1
○ 2
○ 3
○ 4
○ 5
2. Proses pelayanan mudah dilakukan.
○ 1
○ 2
○ 3
○ 4
○ 5
3. Petugas memberikan pelayanan dengan ramah.
○ 1
○ 2
○ 3
○ 4
○ 5
Bagian C — Kepuasan
4. Saya puas dengan layanan yang saya terima.
○ 1
○ 2
○ 3
○ 4
○ 5
5. Layanan yang diberikan sesuai dengan harapan saya.
○ 1
○ 2
○ 3
○ 4
○ 5
6. Saya bersedia menggunakan layanan tersebut kembali.
○ 1
○ 2
○ 3
○ 4
○ 5
Perlu diperhatikan, contoh tersebut hanya ilustrasi.
Untuk penelitian sebenarnya, item pertanyaan perlu disusun berdasarkan variabel, indikator, teori, dan tujuan penelitian.
Cara Membuat Form Kuesioner Online
Jika ingin membuat form kuesioner menggunakan Google Forms, prosesnya cukup sederhana.
1. Tentukan Pertanyaan Terlebih Dahulu
Jangan langsung membuka Google Forms kemudian membuat pertanyaan secara spontan.
Susun terlebih dahulu:
- tujuan penelitian
- variabel
- indikator
- kisi-kisi
- pertanyaan
- pilihan jawaban
Dengan begitu, proses memasukkan pertanyaan ke dalam form menjadi lebih terstruktur.
2. Buka Google Forms
Masuk ke Google Forms dan buat formulir baru.
Google menyediakan berbagai jenis pertanyaan yang dapat digunakan, termasuk pilihan ganda, kotak centang, jawaban singkat, dan jenis pertanyaan lainnya. Dokumentasi Google Forms
3. Masukkan Judul dan Deskripsi
Masukkan judul penelitian kemudian berikan penjelasan singkat.
Jangan membuat deskripsi terlalu panjang.
Responden perlu mengetahui:
- siapa yang melakukan penelitian
- tujuan pengisian
- perkiraan konteks penelitian
- bagaimana mereka harus menjawab
4. Masukkan Pertanyaan
Masukkan pertanyaan sesuai urutan yang sudah dirancang.
Jika form panjang, gunakan beberapa bagian atau section.
Contohnya:
Bagian 1: Persetujuan
Bagian 2: Karakteristik responden
Bagian 3: Variabel X
Bagian 4: Variabel Y
Bagian 5: Pertanyaan tambahan
Struktur seperti ini membuat form lebih mudah diikuti.
5. Tentukan Pertanyaan Wajib
Pertanyaan yang memang harus dijawab dapat dibuat sebagai pertanyaan wajib.
Namun, jangan menjadikan semua pertanyaan wajib tanpa alasan.
Jika ada pertanyaan sensitif atau pertanyaan yang secara metodologis boleh dilewati, pertimbangkan kembali apakah perlu dibuat wajib.
6. Uji Form
Sebelum dibagikan, coba isi form sendiri.
Periksa:
- apakah semua pertanyaan muncul?
- apakah pilihan jawabannya benar?
- apakah ada typo?
- apakah tautan dapat dibuka?
- apakah alur pertanyaan sudah benar?
- apakah responden dapat memahami instruksinya?
Jika memungkinkan, minta orang lain mencoba mengisi form.
Orang yang tidak ikut membuat form justru dapat menemukan bagian yang membingungkan bagi pembaca.
7. Bagikan kepada Responden
Setelah semuanya siap, form dapat dibagikan melalui tautan.
Google Forms menyediakan opsi untuk membagikan formulir kepada responden melalui berbagai cara. Google Workspace Learning Center – Membuat dan membagikan formulir
Namun, pastikan tautan tersebut diberikan kepada responden yang sesuai dengan kriteria penelitian.
Jenis Pertanyaan dalam Form Kuesioner
Tidak semua pertanyaan harus menggunakan format yang sama.
Pilihan Ganda
Cocok ketika responden hanya boleh memilih satu jawaban.
Contoh:
Berapa kali Anda menggunakan layanan ini dalam satu bulan?
- 1–2 kali
- 3–5 kali
- 6–10 kali
- Lebih dari 10 kali
Kotak Centang
Digunakan ketika responden dapat memilih lebih dari satu jawaban.
Contoh:
Platform apa yang sering Anda gunakan?
☐ Instagram
☐ TikTok
☐ YouTube
☐ Facebook
☐ X
Jawaban Singkat
Cocok untuk informasi sederhana.
Contoh:
Usia: ______
atau:
Kota domisili: ______
Paragraf
Digunakan ketika responden perlu memberikan jawaban yang lebih panjang.
Contoh:
Apa saran Anda untuk meningkatkan layanan ini?
Skala Linear
Dapat digunakan untuk memberikan penilaian dalam rentang tertentu.
Misalnya:
Seberapa puas Anda terhadap layanan kami?
1 = Sangat Tidak Puas
5 = Sangat Puas
Pemilihan jenis pertanyaan sebaiknya mengikuti kebutuhan data.
Tips Membuat Form Kuesioner
Ada beberapa hal yang sering terlihat sederhana tetapi cukup berpengaruh.
Jangan Terlalu Panjang
Form yang terlalu panjang dapat membuat responden lelah.
Tanyakan hanya hal yang memang diperlukan.
Gunakan Bahasa yang Mudah
Hindari istilah akademik yang tidak dipahami responden.
Misalnya, daripada menanyakan:
“Bagaimana persepsi Anda terhadap determinan kualitas pelayanan?”
Jika target responden masyarakat umum, pertanyaan tersebut bisa dibuat lebih sederhana sesuai konstruk yang ingin diukur.
Hindari Pertanyaan Ganda
Jangan membuat pertanyaan seperti:
“Apakah pelayanan kami cepat dan ramah?”
Pisahkan menjadi:
“Pelayanan diberikan dengan cepat.”
“Petugas memberikan pelayanan dengan ramah.”
Dengan demikian, responden dapat menilai setiap aspek secara terpisah.
Jangan Mengarahkan Responden
Bandingkan:
“Seberapa puas Anda terhadap layanan kami yang sangat baik?”
dengan:
“Bagaimana tingkat kepuasan Anda terhadap layanan kami?”
Pertanyaan kedua lebih netral.
Kesalahan yang Perlu Dihindari
Form kuesioner yang terlihat profesional belum tentu memiliki instrumen yang baik.
Beberapa kesalahan yang perlu diperhatikan antara lain:
Membuat pertanyaan tanpa indikator.
Pertanyaan sebaiknya memiliki dasar yang jelas.
Menyalin kuesioner dari penelitian lain tanpa penyesuaian.
Contoh dari penelitian lain boleh menjadi referensi, tetapi belum tentu sesuai dengan objek dan variabel penelitian Anda.
Mengumpulkan data responden yang tidak diperlukan.
Tidak semua informasi pribadi harus ditanyakan.
Tidak melakukan uji coba.
Kesalahan kecil pada pilihan jawaban atau instruksi dapat memengaruhi data yang terkumpul.
Mengejar jumlah respons tanpa memperhatikan kriteria.
100 responden yang tidak sesuai dengan target penelitian belum tentu membantu penelitian.
Form Kuesioner untuk Skripsi
Bagi mahasiswa, form kuesioner sering digunakan sebagai sarana pengumpulan data penelitian.
Misalnya penelitian membutuhkan:
100 responden mahasiswa aktif berusia 18–24 tahun yang pernah menggunakan aplikasi tertentu.
Maka form perlu dirancang agar hanya responden yang memenuhi kriteria tersebut yang dapat memberikan data sesuai kebutuhan penelitian.
Di sinilah bagian screening question dapat digunakan.
Contohnya:
Apakah Anda pernah menggunakan aplikasi X dalam tiga bulan terakhir?
- Ya
- Tidak
Jika penelitian memang mensyaratkan responden pernah menggunakan aplikasi tersebut, responden yang memilih “Tidak” dapat diarahkan untuk tidak melanjutkan bagian utama.
Dengan begitu, peneliti dapat mengurangi respons yang tidak sesuai dengan kriteria.
Cara Mendapatkan Responden
Setelah form kuesioner selesai, pekerjaan berikutnya adalah mencari responden.
Anda dapat menyebarkan form melalui:
- komunitas
- grup kampus
- media sosial
- website
Tetapi jika memiliki kriteria responden yang cukup spesifik, menyebarkan tautan secara umum bisa menjadi tantangan.
Misalnya Anda membutuhkan:
200 responden mahasiswa di Jakarta yang berusia 18–24 tahun.
Dalam situasi seperti ini, peneliti membutuhkan proses pengumpulan data penelitian yang lebih terarah.
KuesionerOnline dapat menjadi salah satu opsi untuk membantu kebutuhan jasa responden penelitian, pengisian kuesioner, dan pengumpulan data dengan kriteria responden yang disesuaikan dengan kebutuhan penelitian.
Kesimpulan
Form kuesioner merupakan media untuk menyajikan pertanyaan dan mengumpulkan jawaban responden, baik dalam bentuk fisik maupun digital.
Untuk penelitian, form kuesioner sebaiknya tidak dibuat hanya berdasarkan template.
Mulailah dari tujuan penelitian, tentukan variabel dan indikator, susun pertanyaan, pilih jenis jawaban yang sesuai, kemudian buat formulir online menggunakan platform seperti Google Forms.
Setelah selesai, lakukan uji coba sebelum membagikannya kepada responden.
Dan yang tidak kalah penting, pastikan responden yang mengisi form benar-benar sesuai dengan kriteria penelitian.
Dengan begitu, form kuesioner bukan hanya menjadi tautan yang bisa dibagikan, tetapi menjadi instrumen yang membantu menghasilkan data yang relevan untuk penelitian.
Jika Anda sedang membutuhkan responden penelitian atau pengumpulan data untuk skripsi dan tugas akhir, KuesionerOnline dapat membantu menyesuaikan kebutuhan responden berdasarkan kriteria penelitian Anda.
6. REFERENSI
Referensi:

