contoh survei online

Contoh Survei Online Untuk Penelitian, Bisnis, dan Pendataan

Kuesioneronline – Teman-teman mungkin pernah diminta mengisi survei online setelah membeli sebuah produk, menggunakan layanan, atau mengikuti suatu kegiatan. Berikut adalah Contoh Survei Online

Biasanya, survei tersebut hanya membutuhkan beberapa menit untuk diselesaikan. Pertanyaannya pun bisa sederhana, mulai dari pilihan ganda, skala penilaian, sampai kolom komentar.

Namun, survei online tidak hanya digunakan untuk meminta pendapat pelanggan.

Dalam penelitian, survei dapat digunakan untuk mengumpulkan data dari responden. Dalam bisnis, survei dapat membantu memahami kepuasan pelanggan. Sementara dalam riset produk, survei dapat digunakan untuk mengetahui kebutuhan dan preferensi calon pengguna.

Karena tujuan setiap survei berbeda, pertanyaannya juga tidak bisa dibuat sembarangan.

Lalu, seperti apa contoh survei online yang bisa digunakan?

Berikut beberapa contoh yang dapat dijadikan referensi.

Daftar Isi

  • Apa Itu Survei Online?
  • Contoh Survei Online
    • Contoh Survei Online Penelitian
    • Contoh Survei Online Kepuasan Pelanggan
    • Contoh Survei Online Produk
    • Survei Acara
    • Survei Kepuasan Karyawan
  • Contoh Survei Online Menggunakan Skala Likert
  • Cara Membuat Survei Online
  • Tips Membuat Pertanyaan Survei
  • Kesalahan yang Perlu Dihindari
  • Apakah Survei Online Bisa Digunakan untuk Skripsi?
  • Cara Mendapatkan Responden Survei
  • Kesimpulan

Apa Itu Survei Online?

Survei online adalah metode pengumpulan informasi dari responden menggunakan media digital.

Pertanyaan survei dapat disebarkan melalui berbagai platform, seperti website, email, media sosial, atau aplikasi formulir online.

Salah satu alat yang banyak digunakan adalah Google Forms. Google menjelaskan bahwa Google Forms dapat digunakan untuk membuat survei, mengirimkannya kepada responden, kemudian melihat dan menganalisis respons yang masuk.

Keunggulan survei online terletak pada proses distribusinya yang relatif praktis.

Peneliti atau pemilik bisnis tidak perlu mencetak lembar kuesioner. Tautan survei dapat dibagikan kepada responden melalui media digital.

Respons yang masuk juga dapat dikumpulkan secara otomatis sehingga lebih mudah dikelola.

Namun, kemudahan membuat survei bukan berarti pertanyaannya boleh dibuat secara asal.

Kualitas pertanyaan tetap menentukan kualitas informasi yang diperoleh.

Contoh Survei Online

Format survei sebaiknya disesuaikan dengan tujuan pengumpulan data.

Berikut beberapa contohnya.

Contoh Survei Online untuk Penelitian

Misalnya seorang mahasiswa melakukan penelitian mengenai kepuasan mahasiswa terhadap layanan akademik kampus.

Survei dapat diawali dengan identitas atau karakteristik responden.

A. Data Responden

1. Jenis kelamin

  • Laki-laki
  • Perempuan

2. Usia

  • <18 tahun
  • 18–20 tahun
  • 21–23 tahun
  • 23 tahun

3. Semester

  • Semester 1–2
  • Semester 3–4
  • Semester 5–6
  • Semester 7 atau lebih

Kemudian masuk ke pertanyaan utama.

B. Penilaian Layanan Akademik

Gunakan skala:

1 = Sangat Tidak Setuju
2 = Tidak Setuju
3 = Netral
4 = Setuju
5 = Sangat Setuju

Contoh pernyataan:

No. Pernyataan 1 2 3 4 5
1 Informasi akademik mudah saya peroleh. ☐ ☐ ☐ ☐ ☐
2 Informasi yang diberikan mudah dipahami. ☐ ☐ ☐ ☐ ☐
3 Proses pelayanan akademik mudah dilakukan. ☐ ☐ ☐ ☐ ☐
4 Petugas memberikan pelayanan dengan ramah. ☐ ☐ ☐ ☐ ☐
5 Saya puas terhadap pelayanan akademik yang diberikan. ☐ ☐ ☐ ☐ ☐

Contoh tersebut hanya ilustrasi.

Untuk penelitian sebenarnya, item pertanyaan harus disesuaikan dengan variabel, indikator, teori, dan desain penelitian yang digunakan.

Contoh Survei Online Kepuasan Pelanggan

Berbeda dengan penelitian akademik, survei pelanggan biasanya berfokus pada pengalaman seseorang setelah menggunakan produk atau layanan.

Contohnya:

Bagaimana tingkat kepuasan Anda terhadap layanan kami?

  • Sangat tidak puas
  • Tidak puas
  • Cukup puas
  • Puas
  • Sangat puas

Kemudian dapat dilanjutkan dengan:

Bagaimana Anda menilai kecepatan pelayanan kami?

  • Sangat buruk
  • Buruk
  • Cukup
  • Baik
  • Sangat baik

Untuk mendapatkan masukan yang lebih mendalam, tambahkan pertanyaan terbuka:

Apa hal yang paling ingin Anda perbaiki dari layanan kami?

Jawaban:


Pertanyaan terbuka seperti ini dapat membantu menemukan masalah yang mungkin tidak muncul dari pilihan jawaban tertutup.

Contoh Survei Online Produk

Survei produk dapat digunakan ketika perusahaan ingin mengetahui pendapat calon pelanggan atau pengguna terhadap suatu produk.

Contohnya:

1. Seberapa sering Anda menggunakan produk sejenis?

  • Tidak pernah
  • Jarang
  • Kadang-kadang
  • Sering
  • Sangat sering

2. Faktor apa yang paling Anda pertimbangkan ketika memilih produk?

  • Harga
  • Kualitas
  • Merek
  • Fitur
  • Kemudahan penggunaan
  • Rekomendasi orang lain

3. Seberapa tertarik Anda mencoba produk ini?

  • Sangat tidak tertarik
  • Tidak tertarik
  • Netral
  • Tertarik
  • Sangat tertarik

4. Apa fitur yang paling ingin Anda tambahkan?


Contoh ini dapat dikembangkan sesuai jenis produk yang sedang diteliti.

Contoh Survei Online Acara

Survei online juga dapat digunakan setelah seminar, workshop, pelatihan, atau acara lainnya.

Contoh pertanyaan:

Bagaimana penilaian Anda terhadap acara secara keseluruhan?

  • Sangat buruk
  • Buruk
  • Cukup
  • Baik
  • Sangat baik

Bagaimana kualitas materi yang diberikan?

  • Sangat tidak baik
  • Tidak baik
  • Cukup
  • Baik
  • Sangat baik

Apakah durasi acara sudah sesuai?

  • Terlalu singkat
  • Sudah sesuai
  • Terlalu lama

Kemudian tambahkan:

Apa yang paling Anda sukai dari acara ini?

dan:

Apa yang perlu diperbaiki untuk acara berikutnya?

Survei Kepuasan Karyawan

Dalam lingkungan perusahaan, survei online dapat digunakan untuk mengetahui pengalaman karyawan.

Contohnya:

Saya mendapatkan informasi yang cukup untuk menjalankan pekerjaan.

  • Sangat Tidak Setuju
  • Tidak Setuju
  • Netral
  • Setuju
  • Sangat Setuju

Pertanyaan lainnya dapat membahas:

  • komunikasi internal
  • lingkungan kerja
  • fasilitas
  • hubungan dengan atasan
  • beban kerja
  • pengembangan karier
  • kepuasan kerja

Untuk survei seperti ini, peneliti perlu memperhatikan bagaimana pertanyaan disusun agar tidak mengarahkan responden pada jawaban tertentu.

Contoh Survei Online Menggunakan Skala Likert

Salah satu format yang sering digunakan dalam survei penelitian adalah skala Likert.

Misalnya:

Skor Jawaban
1 Sangat Tidak Setuju
2 Tidak Setuju
3 Netral
4 Setuju
5 Sangat Setuju

Kemudian responden memilih tingkat persetujuan terhadap setiap pernyataan.

Contoh:

Saya merasa informasi yang diberikan melalui aplikasi mudah dipahami.

Responden memilih salah satu dari lima pilihan tersebut.

Format seperti ini dapat membantu peneliti mengubah tanggapan responden menjadi data yang lebih terstruktur.

Namun, jangan memilih skala hanya karena format tersebut populer.

Jenis jawaban harus disesuaikan dengan apa yang ingin diukur.

Jika yang ingin diketahui adalah frekuensi, misalnya, pilihan:

Tidak Pernah – Jarang – Kadang-kadang – Sering – Sangat Sering

dapat lebih sesuai daripada tingkat persetujuan.

Cara Membuat Survei Online

Setelah mengetahui contohnya, sekarang masuk ke bagian yang lebih praktis.

Bagaimana cara membuatnya?

1. Tentukan Tujuan Survei

Pertama, tentukan informasi apa yang ingin diperoleh.

Misalnya:

Mengetahui tingkat kepuasan mahasiswa terhadap layanan perpustakaan.

Tujuan tersebut akan menjadi dasar penyusunan seluruh pertanyaan.

2. Tentukan Target Responden

Selanjutnya, tentukan siapa yang perlu mengisi survei.

Misalnya:

  • mahasiswa aktif
  • pelanggan restoran
  • pengguna aplikasi
  • karyawan perusahaan
  • pemilik usaha

Jika target responden sudah jelas, pertanyaan dapat dibuat lebih relevan.

3. Susun Pertanyaan

Buat pertanyaan yang benar-benar berkaitan dengan tujuan survei.

Jangan memasukkan terlalu banyak pertanyaan yang tidak akan digunakan dalam analisis.

Pew Research Center juga menekankan bahwa desain pertanyaan merupakan bagian penting dalam proses survei karena pertanyaan yang ambigu atau bias dapat memengaruhi kualitas informasi yang diperoleh. Mereka juga merekomendasikan pretesting untuk mengevaluasi bagaimana responden memahami pertanyaan.

4. Pilih Platform Survei

Salah satu pilihan yang mudah digunakan adalah Google Forms.

Menurut dokumentasi resmi Google, pengguna dapat membuat formulir baru, menambahkan berbagai jenis pertanyaan, menyesuaikan desain, mengirim formulir kepada responden, dan meninjau respons yang masuk.

Google Forms juga memungkinkan respons disimpan ke Google Sheets untuk pengelolaan dan analisis lebih lanjut.

5. Uji Survei

Sebelum menyebarkan survei kepada banyak orang, lakukan pemeriksaan terlebih dahulu.

Coba isi sendiri.

Kemudian minta beberapa orang membaca pertanyaannya.

Tanyakan:

  • Apakah pertanyaannya mudah dipahami?
  • Apakah ada istilah yang membingungkan?
  • Apakah pilihan jawaban sudah lengkap?
  • Apakah ada pertanyaan yang terlalu panjang?
  • Apakah ada pertanyaan yang sebenarnya menanyakan dua hal sekaligus?

Tahap sederhana ini dapat membantu menemukan masalah sebelum survei disebarkan secara luas.

6. Sebarkan Survei

Setelah siap, survei dapat dibagikan kepada target responden.

Google Forms mendukung pembagian formulir melalui berbagai kanal, termasuk email, media sosial, maupun penyematan pada website.

Namun, jangan hanya fokus pada jumlah respons.

Kesesuaian responden dengan target survei juga penting.

100 jawaban dari orang yang tidak sesuai kriteria belum tentu lebih berguna daripada jumlah responden yang lebih sedikit tetapi benar-benar sesuai dengan target penelitian.

Tips Membuat Pertanyaan Survei

Pertanyaan yang baik seharusnya mudah dipahami dan tidak mengarahkan responden pada jawaban tertentu.

Hindari Pertanyaan yang Mengandung Dua Hal

Contohnya:

“Apakah pelayanan kami cepat dan ramah?”

Ada dua hal yang sebenarnya sedang ditanyakan: kecepatan dan keramahan.

Lebih baik pisahkan:

“Pelayanan diberikan dengan cepat.”

“Petugas memberikan pelayanan dengan ramah.”

Dengan begitu, masing-masing aspek dapat dinilai secara terpisah.

Hindari Istilah yang Tidak Jelas

Contohnya:

“Apakah Anda sering menggunakan aplikasi ini?”

Kata “sering” dapat dipahami secara berbeda oleh setiap orang.

Jika frekuensi memang penting, gunakan rentang yang lebih jelas.

Misalnya:

“Berapa kali Anda menggunakan aplikasi ini dalam satu minggu terakhir?”

  • 0 kali
  • 1–2 kali
  • 3–5 kali
  • 6–10 kali
  • Lebih dari 10 kali

Jangan Mengarahkan Jawaban

Bandingkan dua pertanyaan berikut:

“Seberapa puas Anda terhadap layanan kami yang sangat baik?”

dengan:

“Bagaimana tingkat kepuasan Anda terhadap layanan kami?”

Pertanyaan kedua lebih netral.

Hal seperti ini penting karena desain pertanyaan dapat memengaruhi respons yang diberikan responden.

Kesalahan yang Perlu Dihindari

Ada beberapa kesalahan yang cukup sering terjadi ketika seseorang membuat survei online.

Pertama, terlalu banyak pertanyaan.

Survei yang panjang dapat membuat responden kehilangan fokus.

Kedua, pertanyaan tidak berhubungan dengan tujuan.

Setiap pertanyaan sebaiknya memiliki fungsi yang jelas.

Ketiga, pilihan jawaban tidak lengkap.

Jika memungkinkan, sediakan opsi seperti “Lainnya” ketika memang diperlukan.

Keempat, menggunakan bahasa yang terlalu teknis.

Jika responden bukan berasal dari bidang tertentu, gunakan bahasa yang lebih sederhana.

Kelima, tidak melakukan pengujian sebelum survei disebarkan.

Kesalahan kecil pada pertanyaan atau pilihan jawaban dapat memengaruhi data yang terkumpul.

Apakah Survei Online Bisa Digunakan untuk Skripsi?

Bisa.

Survei online dapat digunakan sebagai salah satu metode pengumpulan data penelitian, termasuk untuk skripsi, selama sesuai dengan desain penelitian dan kebutuhan data.

Misalnya, mahasiswa memiliki penelitian:

“Pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Mahasiswa.”

Kuesioner dapat dibuat dalam Google Forms kemudian dibagikan kepada mahasiswa yang memenuhi kriteria sebagai responden.

Namun, jangan berhenti pada membuat formulir.

Peneliti juga perlu memperhatikan:

  • populasi penelitian
  • kriteria responden
  • teknik sampling
  • jumlah sampel
  • variabel penelitian
  • indikator
  • instrumen
  • validitas
  • reliabilitas
  • teknik analisis data

Dengan kata lain, Google Forms hanyalah alat untuk membantu mengumpulkan respons.

Kualitas penelitian tetap bergantung pada desain penelitian dan bagaimana instrumen tersebut disusun.

Cara Mendapatkan Responden Survei

Setelah survei selesai dibuat, tantangan berikutnya sering kali adalah mendapatkan responden.

Anda bisa menyebarkan tautan melalui:

  • WhatsApp
  • Instagram
  • Facebook
  • komunitas
  • grup kampus
  • email
  • website
  • platform survei online

Namun, jika penelitian memiliki kriteria responden yang spesifik, penyebaran secara umum belum tentu menghasilkan responden yang sesuai.

Misalnya:

100 mahasiswa aktif di Yogyakarta, usia 18–24 tahun, pernah menggunakan layanan tertentu dalam tiga bulan terakhir.

Dalam kondisi seperti itu, proses pengumpulan data penelitian membutuhkan penyaringan responden berdasarkan kriteria yang telah ditentukan.

Jika teman-teman membutuhkan bantuan mendapatkan responden untuk kuesioner skripsi, penelitian, atau tugas akhir, KuesionerOnline dapat menjadi salah satu opsi untuk membantu proses pengumpulan data dengan kriteria responden yang disesuaikan dengan kebutuhan penelitian.

Kesimpulan

Contoh survei online dapat dibuat untuk berbagai kebutuhan, mulai dari penelitian akademik, survei kepuasan pelanggan, riset produk, evaluasi acara, hingga survei internal perusahaan.

Yang paling penting bukan sekadar membuat formulir yang terlihat rapi.

Pertanyaan harus memiliki tujuan yang jelas, mudah dipahami, tidak bias, dan sesuai dengan karakteristik responden.

Platform seperti Google Forms dapat membantu proses pembuatan, distribusi, dan pengelolaan respons survei. (Google Help)

Jika survei digunakan untuk penelitian, perhatian juga perlu diberikan pada variabel, indikator, kriteria responden, metode sampling, serta kualitas instrumen.

Pada akhirnya, survei online hanyalah alat.

Yang menentukan apakah data tersebut benar-benar berguna adalah bagaimana survei dirancang dan kepada siapa survei tersebut diberikan.

6. REFERENSI

Referensi:

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Powered by Joinchat