Kesioneronline – Teman-teman yang sedang mengerjakan skripsi mungkin pernah sampai pada tahap membuat kuesioner, lalu bingung harus memulai dari mana. Berikut adalah contoh kuesioner.
Variabel penelitian sudah ditentukan. Teori sudah ditemukan. Bahkan hipotesis mungkin sudah selesai dibuat.
Tetapi ketika harus mengubah semua itu menjadi pertanyaan yang bisa dijawab responden, prosesnya ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan.
Karena itu, mencari contoh kuesioner bisa menjadi langkah awal yang membantu.
Namun, contoh sebaiknya tidak sekadar disalin. Kuesioner penelitian perlu disesuaikan dengan tujuan penelitian, variabel, indikator, karakteristik responden, dan cara data tersebut akan dianalisis. Literatur metodologi juga menekankan pentingnya merancang pertanyaan berdasarkan konsep dan variabel yang memang ingin diukur.
Lalu, seperti apa contoh kuesioner yang bisa dijadikan referensi?
Berikut pembahasannya.
Daftar Isi contoh kuesioner
- Apa Itu Kuesioner Penelitian?
- Contoh Kuesioner Penelitian
- Contoh Identitas Responden
- Contoh Kuesioner Skala Likert
- Contoh Pertanyaan Pilihan Ganda
- Contoh Pertanyaan Terbuka
- Contoh Kuesioner Berdasarkan Topik Penelitian
- Kuesioner Kepuasan Pelanggan
- Kuesioner Kualitas Pelayanan
- Kuesioner Minat Beli
- Kuesioner Penggunaan Media Sosial
- Cara Membuat Kuesioner Penelitian
- Kesalahan yang Perlu Dihindari
- Apakah Contoh Kuesioner Boleh Langsung Disalin?
- Cara Mendapatkan Responden untuk Kuesioner
- Kesimpulan
Apa Itu Kuesioner Penelitian?
Kuesioner penelitian adalah instrumen yang berisi serangkaian pertanyaan atau item untuk mengumpulkan informasi dari responden.
Informasi yang dikumpulkan dapat berkaitan dengan pengetahuan, pendapat, sikap, keyakinan, perilaku, pengalaman, maupun karakteristik tertentu.
Dalam penelitian kuantitatif, kuesioner sering digunakan karena dapat membantu peneliti mengumpulkan data secara terstruktur dari sejumlah responden.
Bentuk pertanyaannya juga bisa beragam.
Ada pertanyaan dengan jawaban ya/tidak, pilihan ganda, skala penilaian, skala Likert, hingga pertanyaan terbuka yang memberikan kesempatan kepada responden untuk menulis jawaban sendiri.
Yang perlu diperhatikan, kuesioner bukan sekadar kumpulan pertanyaan.
Pertanyaan yang dibuat harus memiliki hubungan dengan apa yang ingin diketahui melalui penelitian.
Misalnya penelitian memiliki judul:
“Pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Pelanggan.”
Maka pertanyaan kuesioner harus membantu peneliti memperoleh data mengenai kualitas pelayanan dan kepuasan pelanggan.
Bukan pertanyaan yang sekadar berhubungan dengan bisnis tersebut.
Contoh Kuesioner Penelitian
Berikut beberapa contoh yang dapat digunakan sebagai referensi.
Contoh Identitas Responden
Bagian pertama biasanya digunakan untuk mendapatkan informasi dasar mengenai responden.
Contohnya:
A. Identitas Responden
- Jenis kelamin:
- Laki-laki
- Perempuan
- Memilih tidak menjawab
- Usia:
- ____ tahun
- Pendidikan terakhir:
- SMA/SMK
- Diploma
- S1
- S2
- S3
- Lainnya
- Pekerjaan:
- Pelajar/Mahasiswa
- Karyawan
- Wiraswasta
- Pegawai Negeri
- Lainnya
- Domisili:
-
Tidak semua penelitian membutuhkan seluruh informasi tersebut.
Jika usia, pekerjaan, atau domisili tidak berhubungan dengan tujuan penelitian, pertimbangkan apakah data tersebut memang perlu dikumpulkan.
Contoh Kuesioner Skala Likert
Skala Likert merupakan salah satu format yang sering digunakan untuk mengukur sikap atau tingkat persetujuan responden. Contoh formatnya dapat menggunakan lima pilihan dari sangat tidak setuju hingga sangat setuju.
Misalnya penelitian mengenai kualitas pelayanan:
B. Kualitas Pelayanan
Petunjuk: Berikan jawaban sesuai dengan pengalaman Anda.
| No. | Pernyataan | STS | TS | N | S | SS |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Informasi pelayanan mudah saya pahami. | ☐ | ☐ | ☐ | ☐ | ☐ |
| 2 | Petugas memberikan pelayanan sesuai kebutuhan saya. | ☐ | ☐ | ☐ | ☐ | ☐ |
| 3 | Petugas memberikan informasi dengan jelas. | ☐ | ☐ | ☐ | ☐ | ☐ |
| 4 | Proses pelayanan berlangsung dengan mudah. | ☐ | ☐ | ☐ | ☐ | ☐ |
| 5 | Saya merasa nyaman selama menerima pelayanan. | ☐ | ☐ | ☐ | ☐ | ☐ |
Keterangan:
- STS: Sangat Tidak Setuju
- TS: Tidak Setuju
- N: Netral
- S: Setuju
- SS: Sangat Setuju
Contoh tersebut hanya ilustrasi. Dalam penelitian sebenarnya, pernyataan harus disusun berdasarkan indikator dan landasan teori yang digunakan.
Contoh Kuesioner dengan Pertanyaan Pilihan Ganda
Tidak semua kuesioner harus menggunakan skala Likert.
Pertanyaan pilihan ganda juga dapat digunakan.
Contoh:
Seberapa sering Anda menggunakan layanan tersebut dalam satu bulan terakhir?
- ☐ Tidak pernah
- ☐ 1–2 kali
- ☐ 3–5 kali
- ☐ 6–10 kali
- ☐ Lebih dari 10 kali
Format seperti ini cocok ketika peneliti ingin mengetahui frekuensi atau kategori tertentu.
Yang penting, pilihan jawaban harus sesuai dengan informasi yang ingin dikumpulkan.
Contoh Kuesioner Pertanyaan Terbuka
Pertanyaan terbuka tidak menyediakan pilihan jawaban tertentu.
Contohnya:
Menurut Anda, apa yang paling perlu diperbaiki dari layanan tersebut?
Jawaban:
Pertanyaan seperti ini memungkinkan responden memberikan jawaban dengan kata-kata mereka sendiri.
Namun, semakin banyak jawaban terbuka yang digunakan, semakin besar pula pekerjaan peneliti ketika melakukan pengelompokan dan analisis data.
Contoh Kuesioner Berdasarkan Topik Penelitian
Contoh kuesioner akan lebih mudah dipahami jika langsung dikaitkan dengan topik penelitian.
Berikut beberapa ilustrasinya.
Kuesioner Kepuasan Pelanggan
Misalnya penelitian memiliki topik:
“Analisis Kepuasan Pelanggan terhadap Layanan X.”
Contoh pertanyaan:
- Seberapa puas Anda terhadap kualitas layanan yang diberikan?
- Sangat Tidak Puas
- Tidak Puas
- Netral
- Puas
- Sangat Puas
- Seberapa mudah Anda memperoleh informasi mengenai layanan?
- Seberapa sesuai layanan yang Anda terima dengan harapan Anda?
- Seberapa mungkin Anda menggunakan layanan tersebut kembali?
- Apa hal yang paling Anda sukai dari layanan tersebut?
- Apa yang menurut Anda perlu diperbaiki?
Pertanyaan tersebut masih berupa contoh.
Peneliti tetap perlu menentukan indikator kepuasan yang digunakan berdasarkan teori atau instrumen yang relevan.
Contoh Kuesioner Kualitas Pelayanan
Untuk penelitian mengenai kualitas pelayanan, contoh pernyataan dapat berupa:
- Informasi mengenai layanan mudah ditemukan.
- Petugas memberikan informasi dengan jelas.
- Petugas merespons kebutuhan saya dengan baik.
- Proses pelayanan mudah dilakukan.
- Saya mendapatkan pelayanan sesuai dengan informasi yang diberikan.
Responden kemudian memberikan penilaian sesuai skala yang ditentukan.
Yang perlu diperhatikan adalah satu pertanyaan sebaiknya berfokus pada satu gagasan.
Misalnya, jangan membuat pertanyaan:
“Petugas ramah dan memberikan pelayanan dengan cepat.”
Ada dua hal yang sebenarnya ingin diukur: keramahan dan kecepatan.
Lebih baik dipisahkan menjadi:
“Petugas memberikan pelayanan dengan ramah.”
dan:
“Petugas memberikan pelayanan dengan cepat.”
Pertanyaan yang memuat dua gagasan sekaligus dapat menyulitkan responden menentukan jawaban yang tepat.
Contoh Kuesioner Minat Beli
Contoh topik:
“Pengaruh Harga dan Promosi terhadap Minat Beli Konsumen.”
Contoh pernyataan untuk variabel minat beli:
- Saya tertarik untuk membeli produk tersebut.
- Saya mempertimbangkan produk tersebut ketika membutuhkan produk sejenis.
- Saya memiliki keinginan untuk mencoba produk tersebut.
- Saya bersedia mempertimbangkan pembelian produk tersebut di masa mendatang.
Sekali lagi, item tersebut merupakan contoh penulisan.
Untuk skripsi, indikator dan item perlu disesuaikan dengan definisi operasional variabel serta sumber teori yang digunakan.
Contoh Kuesioner Penggunaan Media Sosial
Misalnya penelitian:
“Pengaruh Intensitas Penggunaan Media Sosial terhadap Produktivitas Mahasiswa.”
Contoh pertanyaan:
- Berapa lama rata-rata Anda menggunakan media sosial setiap hari?
- Kurang dari 1 jam
- 1–2 jam
- 3–4 jam
- 5–6 jam
- Lebih dari 6 jam
- Platform media sosial apa yang paling sering Anda gunakan?
- TikTok
- YouTube
- X
- Lainnya
- Seberapa sering Anda membuka media sosial ketika sedang mengerjakan tugas?
- Seberapa besar penggunaan media sosial mengganggu konsentrasi Anda saat belajar?
Pertanyaan mengenai frekuensi sebaiknya menggunakan pilihan jawaban yang memang mengukur frekuensi, bukan sekadar skala setuju/tidak setuju. Pemilihan format jawaban perlu disesuaikan dengan jenis informasi yang ingin diukur.
Cara Membuat Kuesioner Penelitian
Mencari contoh kuesioner penelitian memang dapat membantu, tetapi proses penyusunannya tetap perlu dilakukan secara sistematis.
1. Tentukan Tujuan Penelitian
Mulailah dengan pertanyaan:
Apa yang ingin diketahui melalui penelitian ini?
Tujuan tersebut akan menjadi dasar untuk menentukan data yang perlu dikumpulkan.
2. Tentukan Variabel
Jika penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif, tentukan variabel yang akan diukur.
Misalnya:
- X = Kualitas Pelayanan
- Y = Kepuasan Pelanggan
3. Tentukan Indikator
Setelah variabel ditentukan, cari indikator yang sesuai dengan teori atau penelitian terdahulu yang relevan.
Tahap ini penting agar pertanyaan tidak dibuat secara asal.
Penelitian mengenai desain kuesioner juga merekomendasikan pembuatan kerangka konseptual sebelum menyusun daftar pertanyaan sehingga variabel yang relevan dapat ditentukan terlebih dahulu.
4. Buat Item Pertanyaan
Setiap item harus memiliki tujuan.
Hindari memasukkan pertanyaan hanya karena terlihat bagus dalam contoh skripsi orang lain.
5. Tentukan Skala Jawaban
Sesuaikan skala dengan jenis pertanyaan.
Misalnya:
Untuk tingkat persetujuan:
- Sangat Tidak Setuju
- Tidak Setuju
- Netral
- Setuju
- Sangat Setuju
Untuk frekuensi:
- Tidak Pernah
- Jarang
- Kadang-kadang
- Sering
- Sangat Sering
Untuk pilihan kategori:
- Pilihan A
- Pilihan B
- Pilihan C
- Pilihan D
Jangan menggunakan skala persetujuan untuk semua jenis pertanyaan secara otomatis.
Kesalahan yang Perlu Dihindari
Membuat kuesioner terlihat sederhana, tetapi ada beberapa kesalahan yang dapat memengaruhi kualitas data.
Pertanyaan Terlalu Panjang
Pertanyaan yang panjang dan rumit lebih sulit dipahami responden.
Gunakan bahasa yang sesuai dengan target responden.
Menggunakan Istilah yang Tidak Dipahami
Hindari jargon atau istilah teknis jika responden tidak terbiasa menggunakannya.
Jika istilah tersebut memang diperlukan, berikan penjelasan yang sederhana.
Pertanyaan Mengarahkan
Contohnya:
“Apakah Anda setuju bahwa pelayanan kami sudah sangat baik?”
Kalimat tersebut cenderung mengarahkan responden pada jawaban tertentu.
Lebih netral:
“Bagaimana Anda menilai kualitas pelayanan yang Anda terima?”
Pertanyaan penelitian sebaiknya dirancang dengan bahasa yang jelas dan tidak mengarahkan.
Dua Pertanyaan dalam Satu Item
Hindari:
“Apakah harga dan kualitas produk sudah sesuai dengan kebutuhan Anda?”
Harga dan kualitas merupakan dua konsep berbeda.
Pisahkan:
“Apakah harga produk sesuai dengan harapan Anda?”
“Apakah kualitas produk sesuai dengan harapan Anda?”
Menggunakan Kata yang Terlalu Umum
Kata seperti “sering”, “biasanya”, atau “rutin” dapat ditafsirkan berbeda oleh setiap responden.
Jika frekuensi memang penting, lebih baik gunakan periode atau kategori yang jelas.
Apakah Contoh Kuesioner Boleh Langsung Disalin?
Sebaiknya tidak langsung disalin.
Contoh kuesioner dapat digunakan sebagai referensi untuk memahami format dan cara menyusun pertanyaan.
Namun, instrumen penelitian harus sesuai dengan:
- tujuan penelitian
- variabel
- indikator
- karakteristik responden
- konteks penelitian
- metode analisis
Jika terdapat instrumen yang sudah tervalidasi dan sesuai dengan penelitian, peneliti dapat mempertimbangkan penggunaan atau adaptasinya sesuai ketentuan yang berlaku. Penggunaan instrumen yang sudah ada juga perlu memperhatikan kesesuaian populasi, konteks, serta izin penggunaan apabila diperlukan.
Jadi, jangan hanya mencari kuesioner yang judulnya mirip.
Lihat juga apa yang sebenarnya diukur oleh setiap pertanyaan.
Cara Mendapatkan Responden untuk Kuesioner
Setelah kuesioner selesai, masalah berikutnya sering kali justru muncul:
Bagaimana mendapatkan responden yang sesuai?
Kuesioner dapat disebarkan melalui:
- media sosial
- komunitas
- organisasi
- lingkungan kampus
- Google Forms
- platform survey online
- layanan responden penelitian
Namun, metode penyebaran perlu disesuaikan dengan kriteria responden.
Misalnya penelitian membutuhkan:
Mahasiswa aktif berusia 18–24 tahun yang berdomisili di Jakarta.
Maka tidak semua orang yang menerima tautan kuesioner otomatis dapat menjadi responden.
Kriteria tersebut perlu diperiksa terlebih dahulu.
Jika teman-teman membutuhkan bantuan untuk pengumpulan data penelitian dan responden penelitian, KuesionerOnline dapat menjadi salah satu opsi untuk membantu mendapatkan responden sesuai kriteria yang dibutuhkan.
Kesimpulan
Contoh kuesioner dapat menjadi referensi yang berguna ketika Anda sedang menyusun instrumen penelitian, terutama untuk skripsi atau tugas akhir.
Format kuesioner dapat berupa pertanyaan terbuka, pilihan ganda, skala penilaian, maupun skala Likert. Pemilihannya harus disesuaikan dengan informasi yang ingin dikumpulkan.
Yang paling penting, jangan berhenti pada tahap mencari contoh.
Gunakan contoh tersebut untuk memahami bagaimana variabel diterjemahkan menjadi indikator dan kemudian menjadi pertanyaan yang dapat dijawab responden.
Kuesioner yang baik bukan yang memiliki pertanyaan paling banyak.
Kuesioner yang baik adalah yang pertanyaannya jelas, relevan dengan tujuan penelitian, dapat dipahami responden, dan menghasilkan data yang benar-benar dibutuhkan untuk analisis.
Jika instrumen sudah siap, tahap berikutnya adalah memastikan responden penelitian yang mengisi kuesioner memang sesuai dengan kriteria penelitian.
6. REFERENSI
Referensi:

