Kuesioneronline – Teman-teman yang sedang mengerjakan penelitian mungkin pernah menemukan istilah questionnaire ketika mencari referensi tentang kuesioner, survey, atau instrumen penelitian.
Istilah ini sebenarnya tidak asing.
Dalam bahasa Indonesia, questionnaire umumnya diterjemahkan sebagai kuesioner, yaitu serangkaian pertanyaan atau item yang diberikan kepada responden untuk memperoleh informasi tertentu. Dalam penelitian, Hal ini dapat digunakan untuk mengumpulkan data mengenai pengetahuan, opini, sikap, keyakinan, maupun perilaku responden.
Namun, membuatnya tidak cukup hanya dengan menuliskan beberapa pertanyaan.
Pertanyaan perlu disusun berdasarkan tujuan penelitian dan variabel yang ingin diukur. Jika pertanyaannya kurang jelas, bias, atau tidak relevan, data yang diperoleh juga dapat menjadi kurang bermanfaat.
Lalu, apa sebenarnya questionnaire itu? Apa perbedaannya dengan survey? Dan bagaimana cara membuatnya yang dapat digunakan untuk penelitian?
Mari kita bahas.
Daftar Isi
- Apa Itu Questionnaire?
- Apa Perbedaanya dengan Survey?
- Fungsi dalam Penelitian
- Jenis-Jenis
- Open-Ended Questionnaire
- Closed-Ended Questionnaire
- Likert Scale Questionnaire
- Online Questionnaire
- Contoh Questionnaire untuk Penelitian
- Cara Membuat Questionnaire
- Tips Membuat Questionnaire yang Baik
- Kesalahan yang Perlu Dihindari
- Questionnaire untuk Pengumpulan Data Penelitian
- Kesimpulan
Apa Itu Questionnaire?
Questionnaire adalah instrumen pengumpulan data yang terdiri dari serangkaian pertanyaan atau item yang diberikan kepada responden untuk memperoleh informasi sesuai tujuan penelitian. (PubMed Central (PMC))
Informasi yang dikumpulkan dapat berupa:
- pendapat
- sikap
- pengetahuan
- pengalaman
- perilaku
- persepsi
- karakteristik responden
Dalam penelitian, hal ini sering digunakan karena memungkinkan peneliti mengumpulkan data secara terstruktur dari sejumlah responden.
Misalnya, seorang mahasiswa melakukan penelitian mengenai:
Pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan.
Peneliti dapat menggunakan metode ini untuk mengetahui bagaimana responden menilai kualitas pelayanan dan seberapa puas mereka terhadap layanan tersebut.
Jadi, bukan sekadar daftar pertanyaan.
Setiap pertanyaan seharusnya mempunyai hubungan dengan informasi yang memang ingin diperoleh peneliti.
Apa Perbedaan Questionnaire dan Survey?
Istilah questionnaire dan survey sering digunakan secara bergantian. Padahal, secara teknis keduanya tidak sepenuhnya sama.
Questionnaire merujuk pada instrumen atau kumpulan pertanyaan yang dijawab oleh peserta.
Sementara itu, survey memiliki cakupan yang lebih luas. Survey dapat mencakup keseluruhan proses penelitian, mulai dari menentukan tujuan, menyusun questionnaire, memilih responden, mengumpulkan data, hingga menganalisis hasilnya.
Sederhananya:
Questionnaire = instrumen pertanyaan
Survey = proses penelitian/pengumpulan informasi yang menggunakan instrumen tersebut
Misalnya Anda membuat Google Forms berisi 20 pertanyaan tentang kepuasan pelanggan.
Google Forms tersebut merupakan media untuk menyajikan questionnaire, sedangkan proses menentukan target responden, menyebarkan formulir, mengumpulkan jawaban, dan menganalisis data merupakan bagian dari survey.
Fungsi Questionnaire dalam Penelitian
Fungsi utamanya adalah membantu peneliti memperoleh data dari responden secara sistematis.
Beberapa penggunaannya antara lain:
Mengumpulkan Data Primer
Hal ini dapat digunakan untuk mendapatkan informasi langsung dari responden.
Misalnya penelitian mengenai kebiasaan belanja online dapat menanyakan:
“Berapa kali Anda melakukan pembelian melalui marketplace dalam satu bulan terakhir?”
Jawaban tersebut menjadi data yang dikumpulkan langsung dari responden.
Mengukur Sikap atau Persepsi
Hal ini juga dapat digunakan untuk mengetahui bagaimana responden menilai suatu objek.
Misalnya:
“Saya merasa informasi produk pada website mudah dipahami.”
Responden dapat memberikan jawaban berdasarkan skala persetujuan.
Mengukur Perilaku
Pertanyaan dapat diarahkan untuk mengetahui tindakan atau kebiasaan responden.
Contohnya:
“Seberapa sering Anda menggunakan aplikasi tersebut dalam satu minggu?”
Mengumpulkan Karakteristik Responden
Questionnaire juga dapat memuat pertanyaan mengenai karakteristik responden seperti usia, pendidikan, pekerjaan, atau domisili jika informasi tersebut memang relevan dengan penelitian.
Jenis-Jenis
Questionnaire dapat menggunakan berbagai format pertanyaan dan jawaban.
Pemilihannya harus disesuaikan dengan tujuan penelitian.
Open-Ended Questionnaire
Pada pertanyaan open-ended, responden diberikan kesempatan untuk memberikan jawaban dengan kata-kata mereka sendiri.
Contohnya:
Menurut Anda, apa yang perlu diperbaiki dari pelayanan tersebut?
Responden dapat memberikan jawaban bebas.
Format ini berguna ketika peneliti belum mengetahui seluruh kemungkinan jawaban atau membutuhkan pendapat yang lebih mendalam.
Namun, jawaban terbuka membutuhkan waktu lebih banyak untuk dianalisis karena peneliti perlu membaca dan mengelompokkan respons.
Closed-Ended Questionnaire
Pada pertanyaan closed-ended, peneliti telah menyediakan pilihan jawaban.
Contohnya:
Apakah Anda pernah menggunakan layanan ini?
- Ya
- Tidak
Atau:
Seberapa sering Anda menggunakan layanan ini?
- Tidak pernah
- Jarang
- Kadang-kadang
- Sering
- Sangat sering
Jenis pertanyaan ini relatif mudah diisi dan lebih mudah diolah ketika jumlah responden cukup banyak.
Likert Scale Questionnaire
Skala Likert banyak digunakan ketika peneliti ingin mengukur tingkat persetujuan atau sikap terhadap suatu pernyataan.
Contohnya:
Saya merasa puas dengan kualitas pelayanan yang diberikan.
| Jawaban | Skor |
|---|---|
| Sangat Tidak Setuju | 1 |
| Tidak Setuju | 2 |
| Netral | 3 |
| Setuju | 4 |
| Sangat Setuju | 5 |
Skala seperti ini dapat membantu mengubah respons sikap menjadi data terstruktur yang dapat dianalisis.
Online Questionnaire
Perkembangan teknologi membuatnya semakin sering disebarkan secara online.
Media yang dapat digunakan antara lain:
- Google Forms
- platform survey online
- website
- tautan melalui media sosial
Kelebihan online questionnaire adalah proses distribusinya relatif praktis dan dapat menjangkau responden yang berada di lokasi berbeda.
Namun, peneliti tetap perlu memperhatikan siapa yang mengisi questionnaire dan apakah mereka benar-benar sesuai dengan kriteria penelitian.
Contoh Questionnaire untuk Penelitian
Berikut contoh sederhana questionnaire yang dapat digunakan sebagai gambaran.
Misalnya penelitian:
“Pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Pelanggan.”
A. Identitas Responden
1. Usia
_____ tahun
2. Jenis Kelamin
- Laki-laki
- Perempuan
3. Pekerjaan
- Pelajar/Mahasiswa
- Karyawan
- Wiraswasta
- Lainnya
B. Kualitas Pelayanan
Petunjuk: Pilih jawaban yang paling sesuai dengan pengalaman Anda.
| No. | Pernyataan | STS | TS | N | S | SS |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Informasi mengenai layanan mudah dipahami. | ☐ | ☐ | ☐ | ☐ | ☐ |
| 2 | Petugas memberikan informasi dengan jelas. | ☐ | ☐ | ☐ | ☐ | ☐ |
| 3 | Proses pelayanan mudah dilakukan. | ☐ | ☐ | ☐ | ☐ | ☐ |
| 4 | Pelayanan diberikan sesuai kebutuhan saya. | ☐ | ☐ | ☐ | ☐ | ☐ |
C. Kepuasan Pelanggan
| No. | Pernyataan | STS | TS | N | S | SS |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Saya puas dengan pelayanan yang diberikan. | ☐ | ☐ | ☐ | ☐ | ☐ |
| 2 | Pelayanan yang saya terima sesuai dengan harapan. | ☐ | ☐ | ☐ | ☐ | ☐ |
| 3 | Saya bersedia menggunakan layanan ini kembali. | ☐ | ☐ | ☐ | ☐ | ☐ |
Contoh tersebut hanya sebagai ilustrasi.
Untuk penelitian akademik, item questionnaire sebaiknya disusun berdasarkan variabel, indikator, definisi operasional, dan landasan teori yang digunakan dalam penelitian.
Cara Membuat Questionnaire
Membuat instrumennya sebaiknya tidak dimulai dengan menulis pertanyaan secara acak.
Ada alur yang lebih sistematis.
1. Tentukan Tujuan Penelitian
Pertama, tentukan apa yang ingin diketahui.
Misalnya:
Mengetahui pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan.
Tujuan tersebut menjadi dasar untuk menentukan informasi yang perlu dikumpulkan.
2. Tentukan Variabel
Selanjutnya tentukan variabel yang akan diukur.
Contohnya:
- X = Kualitas Pelayanan
- Y = Kepuasan Pelanggan
Peneliti kemudian perlu memahami definisi dari masing-masing variabel.
3. Tentukan Indikator
Variabel yang masih bersifat abstrak perlu diterjemahkan menjadi indikator yang dapat diukur.
Tahap ini penting karena membantu peneliti menentukan pertanyaan apa saja yang benar-benar diperlukan. Literatur desain questionnaire juga menyarankan agar peneliti mengidentifikasi variabel dan membangun kerangka konseptual sebelum menyusun pertanyaan.
4. Buat Pertanyaan
Setelah indikator ditentukan, buat pertanyaan atau pernyataan yang mewakili setiap indikator.
Jangan membuat pertanyaan hanya karena terlihat menarik.
Setiap item sebaiknya mempunyai tujuan yang jelas.
5. Tentukan Format Jawaban
Tentukan apakah responden akan menjawab menggunakan:
- Ya/Tidak
- pilihan ganda
- skala Likert
- skala frekuensi
- angka
- jawaban terbuka
Format jawaban harus sesuai dengan informasi yang ingin diukur.
6. Uji Questionnaire
Sebelum questionnaire digunakan dalam pengumpulan data utama, peneliti dapat melakukan pretest atau pilot test untuk menemukan pertanyaan yang membingungkan, terlalu panjang, atau tidak sesuai dengan target responden.
Untuk penelitian tertentu, aspek validitas dan reliabilitas instrumen juga perlu diperhatikan. Validitas berkaitan dengan ketepatan instrumen dalam mengukur konstruk yang dituju, sedangkan reliabilitas berkaitan dengan konsistensi pengukurannya.
Tips Membuat Questionnaire yang Baik
Questionnaire yang baik tidak harus memiliki banyak pertanyaan.
Yang lebih penting adalah pertanyaannya relevan dan mudah dipahami.
Gunakan Bahasa yang Sederhana
Jangan menggunakan istilah teknis jika responden tidak terbiasa dengannya.
Pertanyaan harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan karakteristik target responden.
Hindari Pertanyaan Ganda
Contohnya:
“Apakah pelayanan cepat dan ramah?”
Pertanyaan tersebut sebenarnya mengukur dua hal:
- kecepatan
- keramahan
Lebih baik dibuat menjadi dua pernyataan terpisah.
“Pelayanan diberikan dengan cepat.”
“Petugas memberikan pelayanan dengan ramah.”
Pertanyaan yang menggabungkan dua hal dapat menyulitkan responden menentukan jawaban.
Hindari Pertanyaan yang Mengarahkan
Contohnya:
“Anda setuju bahwa pelayanan kami sangat baik, bukan?”
Pertanyaan tersebut cenderung mengarahkan responden.
Lebih baik:
“Bagaimana Anda menilai kualitas pelayanan yang Anda terima?”
instrumen pertanyaan sebaiknya menggunakan pertanyaan yang jelas, ringkas, dan tidak bias.
Jangan Membuat Questionnaire Terlalu Panjang
Tidak ada jumlah pertanyaan yang berlaku untuk semua penelitian.
Namun, questionnaire yang terlalu panjang dapat meningkatkan beban responden dan berpotensi memengaruhi kualitas respons. Karena itu, setiap pertanyaan sebaiknya memang memiliki fungsi dalam penelitian.
Kesalahan yang Perlu Dihindari
Beberapa kesalahan yang sering terjadi ketika membuat questionnaire antara lain:
Pertanyaan tidak berkaitan dengan variabel.
Jika sebuah pertanyaan tidak membantu mengukur variabel penelitian, keberadaannya perlu dipertimbangkan kembali.
Menggunakan istilah ambigu.
Kata seperti “sering”, “biasanya”, atau “jarang” dapat dipahami berbeda oleh setiap responden. Jika frekuensi penting, gunakan periode atau kategori yang lebih jelas.
Menggabungkan dua konsep dalam satu pertanyaan.
Pisahkan pertanyaan yang mengukur dua hal berbeda.
Menyalin questionnaire penelitian lain tanpa penyesuaian.
Penelitian terdahulu dapat menjadi referensi, tetapi instrumen harus sesuai dengan konteks, populasi, variabel, dan tujuan penelitian Anda.
Selain itu, beberapa questionnaire standar memiliki ketentuan penggunaan atau perlindungan hak cipta. Jika ingin menggunakan instrumen yang sudah ada, periksa ketentuan penggunaannya terlebih dahulu.
Questionnaire untuk Pengumpulan Data Penelitian
Setelah instrument pertanyaan selesai dibuat, tahap berikutnya adalah mendapatkan responden yang sesuai.
Ini sering menjadi tantangan tersendiri.
Misalnya penelitian membutuhkan:
Mahasiswa aktif berusia 18–24 tahun yang berdomisili di Yogyakarta.
Maka tautannya sebaiknya tidak disebarkan secara sembarangan kepada semua orang.
Peneliti perlu memastikan bahwa responden memenuhi kriteria yang telah ditentukan.
Pengumpulan data dapat dilakukan melalui:
- komunitas
- media sosial
- lingkungan kampus
- website
- platform survey online
- layanan responden penelitian
Jika teman-teman sedang membutuhkan responden penelitian untuk mengisinya sesuai kriteria tertentu, KuesionerOnline dapat menjadi salah satu opsi untuk membantu proses pengumpulan data penelitian.
Kesimpulan
Questionnaire adalah instrumen yang berisi serangkaian pertanyaan atau item untuk mengumpulkan informasi dari responden. Dalam konteks penelitian di Indonesia, istilah ini umumnya merujuk pada kuesioner penelitian.
Instrument dapat menggunakan berbagai format, mulai dari pertanyaan terbuka, pilihan ganda, pertanyaan Ya/Tidak, hingga skala Likert.
Yang paling penting bukan sekadar jumlah pertanyaannya.
Hal ini perlu dibuat berdasarkan tujuan penelitian, variabel, indikator, dan karakteristik responden. Pertanyaannya juga harus jelas, tidak ambigu, tidak mengarahkan, serta tidak menggabungkan beberapa konsep dalam satu item.
Jika sudah disusun dengan baik, tahap selanjutnya adalah memastikan responden penelitian yang mengisinya memang sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan.
Dengan begitu, proses pengumpulan data dapat berjalan lebih terarah dan data yang diperoleh lebih relevan untuk menjawab tujuan penelitian.
6. REFERENSI
Referensi:
- Designing and validating a research questionnaire – PMC (PubMed Central (PMC))
- How to design a questionnaire – PMC (PubMed Central (PMC))
- Designing A Questionnaire – PMC (PubMed Central (PMC))
- Methodology Series: Designing Questionnaires and Clinical Record Forms – PMC (PubMed Central (PMC))
- Designing, Conducting, and Reporting Survey Studies – PMC (PubMed Central (PMC))

