Kuesioneronline – Sebelum sebuah penelitian dilakukan di suatu wilayah, peneliti biasanya tidak langsung mengumpulkan data. Ada tahap yang sering kali perlu dilakukan terlebih dahulu, yaitu melihat dan memahami kondisi lokasi yang akan menjadi tempat penelitian. Di sinilah survei tempat dapat dilakukan.
Hal ini membantu peneliti mengetahui apakah suatu lokasi sesuai dengan kebutuhan penelitian. Informasi yang dikumpulkan dapat berkaitan dengan kondisi fisik, aksesibilitas, karakteristik lingkungan, hingga keberadaan calon responden.
Namun, metode ini bukan hanya digunakan untuk kepentingan akademik.
Dalam bisnis, survei lokasi juga dapat digunakan untuk mempertimbangkan apakah suatu tempat cocok untuk membuka usaha, mengembangkan cabang, atau menjangkau target pasar tertentu.
Jadi, apa sebenarnya survei tempat dan bagaimana cara melakukannya?
Daftar Isi
- Apa Itu Survei Tempat?
- Tujuannya
- Apa Saja yang Diamati Saat Survei Tempat?
- Jenis
- Contoh Survei Tempat untuk Penelitian
- Contoh Survei Tempat untuk Bisnis
- Cara Melakukannya
- Contoh Pertanyaan
- Perbedaannya dengan Survei Responden
- Kesalahan yang Perlu Dihindari
- Kesimpulan
Apa Itu Survei Tempat?
Survei tempat adalah kegiatan mengumpulkan informasi mengenai suatu lokasi untuk mengetahui kondisi, karakteristik, serta kesesuaiannya dengan tujuan tertentu.
Dalam konteks penelitian, survei tempat dapat dilakukan sebelum pengambilan data untuk menentukan area pengamatan yang sesuai.
Salah satu penelitian di Universitas Medan Area, misalnya, menggunakan survei tempat sebagai survei pendahuluan untuk memilih zona pengamatan yang sesuai dengan kebutuhan penelitian. (DigiRepo Medan Area)
Sementara itu, dalam konteks bisnis, survei tempat atau survei lokasi dapat digunakan untuk menilai berbagai aspek seperti aksesibilitas, kondisi lingkungan, aktivitas masyarakat, serta keberadaan kompetitor. (Read More)
Dengan kata lain, survei tempat membantu menjawab pertanyaan:
“Apakah lokasi ini sesuai dengan tujuan yang ingin kita capai?”
Jawabannya tentu tidak cukup hanya berdasarkan perkiraan.
Diperlukan informasi dari lokasi tersebut.
Tujuan Survei Tempat
Tujuan dari hal tersebut dapat berbeda-beda tergantung kebutuhan.
Menentukan Lokasi Penelitian
Dalam penelitian lapangan, peneliti perlu menentukan lokasi yang dapat memberikan data sesuai dengan tujuan penelitian.
Misalnya penelitian ingin mengamati perilaku pengguna transportasi umum.
Peneliti mungkin perlu melakukan survei awal untuk menentukan halte, stasiun, atau area tertentu yang paling sesuai untuk pengamatan.
Lokasi penelitian yang tepat dapat membantu peneliti memperoleh data yang lebih relevan dengan populasi yang diteliti. (DigiRepo Medan Area)
Mengetahui Kondisi Lokasi
Hal ini juga digunakan untuk mengetahui kondisi aktual di lapangan.
Contohnya:
- kondisi bangunan
- akses jalan
- fasilitas
- tempat parkir
- kepadatan pengunjung
- kondisi lingkungan
- aktivitas masyarakat
Informasi tersebut dapat digunakan untuk menentukan apakah lokasi memenuhi kebutuhan penelitian atau kegiatan tertentu.
Menilai Potensi Lokasi Bisnis
Dalam bisnis, lokasi bisa menjadi salah satu pertimbangan penting.
Misalnya sebuah usaha ingin membuka kedai kopi.
Dua lokasi mungkin sama-sama terlihat strategis.
Namun setelah dilakukan survei, ternyata:
Lokasi A memiliki akses kendaraan yang lebih baik.
Sementara:
Lokasi B memiliki jumlah pejalan kaki yang lebih tinggi.
Data tersebut dapat membantu pemilik usaha membuat keputusan yang lebih rasional.
Menentukan Area Pengamatan
Hal ini juga dapat membantu mempersempit area penelitian.
Penelitian yang awalnya mencakup satu kota, misalnya, dapat difokuskan pada beberapa wilayah yang benar-benar relevan dengan tujuan penelitian.
Apa Saja yang Diamati Saat Survei Tempat?
Tidak ada satu daftar pengamatan yang berlaku untuk semua survei.
Semuanya bergantung pada tujuan.
Namun, beberapa aspek berikut cukup sering diperhatikan.
Kondisi Fisik
Perhatikan kondisi:
- bangunan
- jalan
- lahan
- fasilitas
- lingkungan sekitar
Aksesibilitas
Periksa apakah lokasi mudah dijangkau.
Misalnya:
- akses kendaraan
- akses transportasi umum
- kondisi jalan
- tempat parkir
- akses pejalan kaki
Aktivitas di Lokasi
Jika penelitian atau bisnis membutuhkan pengunjung, aktivitas lokasi juga perlu diperhatikan.
Contohnya:
- jumlah pengunjung
- jam ramai
- jam sepi
- aktivitas masyarakat
- pola pergerakan orang
Karakteristik Lingkungan
Lingkungan sekitar juga dapat memberikan informasi penting.
Misalnya:
- kawasan permukiman
- kawasan perkantoran
- kawasan pendidikan
- kawasan perdagangan
- kawasan industri
Kompetitor
Untuk kebutuhan bisnis, keberadaan kompetitor dapat menjadi salah satu aspek yang diperhatikan.
Misalnya sebuah usaha makanan ingin membuka cabang baru.
Peneliti dapat mencatat:
- jumlah kompetitor
- jenis usaha
- jarak antar lokasi
- tingkat keramaian
- keunggulan kompetitor
Jenis Survei Tempat
Hal ini dapat dibedakan berdasarkan tujuan penggunaannya.
Survei Tempat untuk Penelitian
Digunakan untuk menentukan atau memahami lokasi penelitian.
Contohnya:
Peneliti ingin melakukan penelitian mengenai kepuasan pengguna layanan transportasi.
Sebelum pengumpulan data, peneliti melakukan survei beberapa lokasi untuk menentukan tempat yang paling sesuai.
Survei Lokasi Bisnis
Digunakan untuk menilai potensi sebuah lokasi sebelum bisnis dijalankan.
Aspek yang dapat diperhatikan antara lain akses, target pasar, kompetitor, dan tingkat aktivitas.
Survei Lapangan
Survei dilakukan secara langsung dengan mendatangi lokasi.
Peneliti dapat melakukan observasi, pencatatan, pengukuran, dokumentasi, atau wawancara singkat sesuai kebutuhan.
Survei Berbasis Lokasi
Survei juga dapat dilakukan kepada orang yang pernah berada di lokasi tertentu.
Google, misalnya, memiliki konsep survei lokal yang digunakan untuk mengumpulkan masukan mengenai lokasi yang baru dikunjungi. Dalam beberapa kasus, respons tersebut dapat digunakan sebagai ulasan di Google Maps dengan izin pengguna. (Google Help)
Ini menunjukkan bahwa istilah survei lokasi dapat memiliki konteks yang berbeda tergantung tujuan pengumpulan datanya.
Contoh Survei Tempat untuk Penelitian
Misalnya seorang mahasiswa melakukan penelitian:
“Analisis Kepuasan Pengguna terhadap Fasilitas Perpustakaan Universitas X.”
Sebelum menyebarkan kuesioner kepada responden, mahasiswa tersebut dapat melakukan metode ini.
Beberapa hal yang diamati:
1. Lokasi perpustakaan
- alamat
- posisi gedung
- akses menuju lokasi
2. Fasilitas
- ruang baca
- meja dan kursi
- komputer
- koneksi internet
- toilet
- area parkir
3. Kondisi
- kebersihan
- pencahayaan
- kenyamanan
- kondisi fasilitas
4. Aktivitas
- jumlah pengunjung
- jam ramai
- jam sepi
Setelah mengetahui kondisi lokasi, peneliti dapat menyusun strategi pengumpulan data yang lebih tepat.
Contoh Survei Tempat untuk Bisnis
Misalnya Anda ingin membuka kedai kopi.
Ada dua lokasi yang sedang dipertimbangkan.
Lokasi A
Dekat dengan perkantoran.
Lokasi B
Dekat dengan kampus.
Daripada memilih hanya berdasarkan perkiraan, Anda dapat melakukannya .
Contoh data yang dikumpulkan:
| Aspek | Lokasi A | Lokasi B |
|---|---|---|
| Akses kendaraan | Baik | Baik |
| Parkir | Sedang | Terbatas |
| Keramaian | Tinggi saat jam kerja | Tinggi sore–malam |
| Kompetitor | Banyak | Sedang |
| Target pasar | Pekerja | Mahasiswa |
Hasil tersebut kemudian dapat dibandingkan dengan target bisnis.
Jika target utama adalah mahasiswa, misalnya, Lokasi B mungkin lebih menarik meskipun memiliki keterbatasan parkir.
Inilah manfaat utama survei tempat: keputusan dibuat berdasarkan informasi, bukan sekadar perkiraan.
Cara Melakukan Survei Tempat
1. Tentukan Tujuan
Pertama, tentukan apa yang ingin diketahui.
Jangan datang ke lokasi tanpa tujuan yang jelas.
Misalnya:
“Saya ingin mengetahui apakah lokasi ini cocok untuk menjadi tempat penelitian.”
atau:
“Saya ingin membandingkan potensi dua lokasi usaha.”
2. Tentukan Aspek yang Diamati
Buat daftar informasi yang dibutuhkan.
Misalnya:
- kondisi lokasi
- akses
- fasilitas
- jumlah pengunjung
- lingkungan
- kompetitor
3. Tentukan Waktu Survei
Waktu pengamatan dapat memengaruhi hasil.
Jika ingin mengetahui tingkat keramaian, misalnya, melakukan survei hanya pada pukul 10 pagi mungkin belum cukup.
Anda dapat mempertimbangkan beberapa periode waktu.
4. Datang dan Lakukan Observasi
Catat kondisi yang ditemukan.
Gunakan checklist agar tidak ada informasi penting yang terlewat.
Jika diperlukan, dokumentasikan kondisi lokasi sesuai aturan dan izin yang berlaku.
5. Catat dan Bandingkan Data
Setelah beberapa lokasi disurvei, bandingkan hasilnya.
Data dapat dibuat dalam bentuk tabel agar lebih mudah dianalisis.
6. Tentukan Lokasi
Terakhir, pilih lokasi yang paling sesuai dengan tujuan survei.
Untuk penelitian, pilihan lokasi sebaiknya dapat dipertanggungjawabkan berdasarkan alasan metodologis, bukan hanya karena lokasi tersebut mudah dijangkau.
Contoh Pertanyaan Survei Tempat
Jika survei dilakukan untuk menilai sebuah tempat, pertanyaan atau checklist dapat dibuat seperti berikut.
Informasi Dasar
1. Apa nama lokasi yang disurvei?
2. Di mana alamat lokasi tersebut?
3. Apa fungsi utama tempat tersebut?
Aksesibilitas
4. Apakah lokasi mudah dijangkau kendaraan?
- Sangat mudah
- Mudah
- Cukup
- Sulit
- Sangat sulit
5. Apakah tersedia area parkir?
- Ya
- Tidak
Fasilitas
6. Fasilitas apa saja yang tersedia?
- Toilet
- Parkir
- Ruang tunggu
- Tempat ibadah
- Internet
- Lainnya
Kondisi
7. Bagaimana kondisi kebersihan lokasi?
- Sangat baik
- Baik
- Cukup
- Kurang
- Sangat kurang
8. Bagaimana kondisi fasilitas secara umum?
- Sangat baik
- Baik
- Cukup
- Kurang
- Sangat kurang
Aktivitas
9. Kapan lokasi paling ramai?
- Pagi
- Siang
- Sore
- Malam
10. Apakah lokasi sesuai dengan tujuan penelitian/kegiatan yang direncanakan?
- Sangat sesuai
- Sesuai
- Cukup sesuai
- Tidak sesuai
- Sangat tidak sesuai
Format tersebut masih dapat dikembangkan sesuai tujuan.
Perbedaan Survei Tempat dan Survei Responden
Keduanya sering dianggap sama karena sama-sama menggunakan istilah survei.
Padahal objeknya berbeda.
Survei tempat berfokus pada lokasi.
Contohnya:
Bagaimana kondisi fasilitas di lokasi penelitian?
Sedangkan survei responden berfokus pada orang atau kelompok yang menjadi sumber data.
Contohnya:
Seberapa puas Anda terhadap fasilitas tersebut?
Sederhananya:
Survei tempat → mengumpulkan informasi tentang lokasi.
Survei responden → mengumpulkan informasi dari orang.
Dalam sebuah penelitian, keduanya bahkan dapat digunakan bersama.
Peneliti dapat terlebih dahulu melakukan metode ini, kemudian menyebarkan kuesioner kepada responden yang sesuai.
Kesalahan yang Perlu Dihindari
Salah satu kesalahan dalam metode ini adalah hanya melihat lokasi dari satu sisi.
Misalnya, lokasi terlihat ramai.
Tetapi ternyata keramaian tersebut hanya terjadi pada akhir pekan.
Jika penelitian membutuhkan data pada hari kerja, informasi tersebut tentu kurang tepat.
Kesalahan lainnya adalah tidak menentukan indikator pengamatan.
Akibatnya, hasil survei menjadi terlalu subjektif.
Karena itu, sebelum berangkat ke lapangan, buatlah checklist sederhana.
Jika membutuhkan data seperti jumlah kendaraan, jumlah pengunjung, atau kondisi fasilitas, tentukan juga bagaimana data tersebut akan dicatat dan pada waktu apa pengamatan dilakukan.
Dengan begitu, hasil survei tempat lebih mudah dibandingkan dan dianalisis.
Kesimpulan
Survei tempat adalah kegiatan mengumpulkan informasi mengenai suatu lokasi untuk mengetahui kondisi dan kesesuaiannya dengan tujuan tertentu.
Dalam penelitian, Hal ini dapat digunakan untuk menentukan lokasi pengamatan yang tepat. Dalam bisnis, survei lokasi dapat membantu menilai potensi sebuah tempat berdasarkan akses, target pasar, aktivitas, fasilitas, dan faktor lainnya. (Read More)
Yang perlu diingat, Metode ini tidak selalu sama dengan survei responden.
Survei tempat berfokus pada lokasi, sedangkan survei responden berfokus pada orang yang memberikan data.
Jika Anda sedang mengerjakan skripsi dan membutuhkan responden penelitian, jasa isi kuesioner, atau pengumpulan data penelitian berdasarkan kriteria tertentu, KuesionerOnline dapat menjadi salah satu opsi untuk membantu proses pengumpulan data.
6. REFERENSI
Referensi:

