Kuesioneronline – Dulu, mengumpulkan jawaban dari puluhan atau bahkan ratusan responden berarti harus menyiapkan kertas, mencetak kuesioner, lalu membagikannya satu per satu. Berikut adalah pengertian tentang online survei
Sekarang proses tersebut bisa dilakukan secara online.
Cukup membuat formulir, membagikan sebuah link, dan responden dapat mengisi pertanyaan melalui perangkat yang mereka gunakan.
Inilah yang kemudian dikenal sebagai online survei.
Metode ini banyak digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari skripsi, penelitian akademik, survei kepuasan pelanggan, riset pasar, hingga pengumpulan feedback.
Namun, membuat survei online sebenarnya bukan sekadar memindahkan kuesioner kertas ke internet.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar pertanyaan mudah dipahami, responden sesuai dengan target, dan data yang diperoleh benar-benar dapat digunakan.
Lalu, apa sebenarnya online survei dan bagaimana cara membuatnya?
Daftar Isi
- Apa Itu Online Survei?
- Bagaimana Cara Kerja Online Survei?
- Apa Saja Kegunaan Online Survei?
- Jenis Pertanyaan dalam Online Survei
- Contoh Online Survei
- Kelebihan dan Kekurangan Online Survei
- Cara Membuat Online Survei
- Tips Membuat Survei Online untuk Penelitian
- Kesalahan yang Sering Terjadi
- Online Survei untuk Kebutuhan Skripsi
- Kesimpulan
Apa Itu Online Survei?
adalah metode pengumpulan informasi dari responden menggunakan internet sebagai media penyebaran dan pengisian survei.
Responden biasanya mendapatkan tautan menuju formulir atau platform survei, kemudian memberikan jawaban secara online.
Dalam penelitian, Hal ini dapat digunakan untuk mengumpulkan data dari responden tanpa harus melakukan wawancara atau membagikan kuesioner dalam bentuk fisik.
Penelitian mengenai desain kuesioner online juga menunjukkan bahwa metode ini dapat memudahkan pengumpulan data dalam jumlah besar dalam waktu yang relatif singkat, meskipun desain, pemilihan responden, dan pengelolaan data tetap perlu diperhatikan. (PubMed Central (PMC))
Contoh platform yang dapat digunakan adalah Google Forms. Google menjelaskan bahwa Google Forms dapat digunakan untuk membuat survei dan formulir online, membagikannya kepada responden, kemudian meninjau respons yang masuk. (Google Help)
Bagaimana Cara Kerja Online Survei?
Secara sederhana, alurnya seperti ini:
Tentukan tujuan → tentukan target responden → buat pertanyaan → buat survei online → sebarkan link → kumpulkan respons → olah data.
Misalnya seorang mahasiswa sedang melakukan penelitian tentang kepuasan mahasiswa terhadap layanan perpustakaan.
Pertama, ia menentukan siapa yang menjadi responden.
Kemudian membuat beberapa pertanyaan, seperti:
“Seberapa puas Anda terhadap pelayanan petugas perpustakaan?”
Responden dapat memilih jawaban sesuai skala yang telah disediakan.
Setelah respons terkumpul, data dapat dipindahkan atau diolah menggunakan spreadsheet maupun software analisis yang sesuai dengan metode penelitian.
Jadi, Hal ini bukan hanya soal membuat formulir.
Tahap perencanaan sebelum formulir dibuat juga sangat penting.
Apa Saja Kegunaan Online Survei?
Metode ini dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan.
Penelitian Akademik
Mahasiswa dapat menggunakan survei online untuk mengumpulkan data skripsi, tesis, maupun penelitian lainnya.
Misalnya:
- penelitian kuantitatif
- penelitian kepuasan pelanggan
- penelitian perilaku konsumen
- penelitian pendidikan
- penelitian sosial
Riset Pasar
Perusahaan dapat menggunakannya untuk mengetahui:
- preferensi konsumen
- kebutuhan pelanggan
- persepsi terhadap produk
- tingkat kepuasan
- minat terhadap produk baru
Feedback Pelanggan
Survei juga dapat digunakan setelah pelanggan menggunakan sebuah layanan.
Contohnya:
“Bagaimana pengalaman Anda menggunakan layanan kami?”
Jawaban tersebut dapat digunakan sebagai salah satu bahan evaluasi.
Survei Kepuasan
Organisasi dapat meminta responden menilai pelayanan, fasilitas, produk, maupun pengalaman mereka.
Jenis Pertanyaan dalam Online Survei
Tidak semua pertanyaan harus menggunakan format yang sama.
Pilihan Ganda
Responden memilih satu jawaban dari beberapa pilihan.
Contoh:
Berapa kali Anda menggunakan layanan ini dalam satu bulan?
- 1 kali
- 2–3 kali
- 4–5 kali
- Lebih dari 5 kali
Kotak Centang
Digunakan ketika responden dapat memilih lebih dari satu jawaban.
Contoh:
Platform apa yang sering Anda gunakan untuk mendapatkan informasi?
- TikTok
- YouTube
Skala Penilaian
Digunakan untuk mengetahui tingkat penilaian atau kepuasan.
Contoh:
“Seberapa puas Anda terhadap layanan kami?”
1 — Sangat Tidak Puas
2 — Tidak Puas
3 — Netral
4 — Puas
5 — Sangat Puas
Pertanyaan Terbuka
Responden diberikan ruang untuk memberikan jawaban dengan kata-kata sendiri.
Contoh:
“Apa yang menurut Anda perlu diperbaiki dari layanan kami?”
Format ini dapat memberikan informasi yang lebih luas, tetapi pengolahannya biasanya lebih kompleks.
Contoh Online Survei
Misalnya sebuah perusahaan ingin mengetahui kepuasan pelanggan.
Struktur surveinya dapat dibuat seperti berikut.
Bagian 1 — Profil Responden
Usia:
- <20 tahun
- 20–25 tahun
- 26–30 tahun
-
30 tahun
Jenis kelamin:
- Laki-laki
- Perempuan
Bagian 2 — Pengalaman Pengguna
1. Seberapa sering Anda menggunakan layanan kami?
- 1 kali
- 2–3 kali
- 4–5 kali
-
5 kali
2. Seberapa mudah Anda menggunakan layanan kami?
- Sangat sulit
- Sulit
- Netral
- Mudah
- Sangat mudah
Bagian 3 — Kepuasan
Gunakan skala 1–5:
“Saya puas dengan layanan yang saya terima.”
1 = Sangat Tidak Setuju
2 = Tidak Setuju
3 = Netral
4 = Setuju
5 = Sangat Setuju
Bagian 4 — Pertanyaan Terbuka
“Apa yang paling Anda sukai dari layanan kami?”
“Apa yang menurut Anda perlu diperbaiki?”
Struktur tersebut masih dapat dikembangkan sesuai tujuan survei.
Kelebihan dan Kekurangan Online Survei
Metode ini memiliki sejumlah kelebihan.
Lebih Praktis
Peneliti tidak perlu mencetak kuesioner atau membagikannya secara langsung.
Jangkauan Lebih Luas
Link survei dapat dibagikan melalui berbagai saluran digital.
Data Lebih Mudah Dikelola
Jawaban dapat dikumpulkan secara digital sehingga tidak perlu memasukkan seluruh jawaban secara manual.
Google Forms, misalnya, dapat menampilkan respons dan menyimpan respons ke Google Sheets untuk pengelolaan lebih lanjut. (Google Help)
Responden Lebih Fleksibel
Responden dapat mengisi survei melalui perangkat yang tersedia dan pada waktu yang sesuai bagi mereka.
Namun, ada pula keterbatasannya.
Tidak semua orang memiliki akses atau kemampuan digital yang sama. Selain itu, survei online dapat menghadapi masalah seperti responden yang tidak sesuai target, respons ganda, atau jawaban yang tidak serius.
Karena itu, desain dan pelaksanaan survei perlu direncanakan dengan baik. Literatur metodologi online questionnaire juga menekankan pentingnya desain yang mudah digunakan, pemilihan peserta, pengelolaan data, pencegahan respons ganda, aspek etika, dan uji coba instrumen. (PubMed Central (PMC))
Cara Membuat Online Survei
1. Tentukan Tujuan
Jangan mulai dengan membuat pertanyaan.
Tentukan terlebih dahulu:
Informasi apa yang ingin saya dapatkan?
Misalnya ingin mengetahui kepuasan pelanggan.
Maka pertanyaan harus diarahkan untuk mengukur atau menggali kepuasan tersebut.
2. Tentukan Target Responden
Tentukan siapa yang harus mengisi survei.
Contohnya:
Mahasiswa aktif berusia 18–25 tahun yang pernah menggunakan aplikasi tertentu.
Kriteria seperti ini membantu mencegah data dari responden yang tidak relevan.
3. Susun Pertanyaan
Buat pertanyaan berdasarkan tujuan survei.
Hindari pertanyaan yang:
- terlalu panjang
- ambigu
- memiliki dua maksud sekaligus
- mengarahkan responden
- tidak berhubungan dengan tujuan survei
4. Pilih Platform
Anda dapat menggunakan berbagai platform survei.
Untuk kebutuhan sederhana, Google Forms merupakan salah satu pilihan yang praktis. Google menyediakan fitur untuk membuat formulir, menambahkan berbagai jenis pertanyaan, mengatur pertanyaan wajib, melihat pratinjau, dan mengumpulkan respons. (Google Help)
5. Uji Sebelum Disebarkan
Sebelum link diberikan kepada responden, isi sendiri survei tersebut.
Periksa apakah:
- semua pertanyaan jelas
- pilihan jawaban lengkap
- link dapat dibuka
- alur pertanyaan benar
- tidak ada typo
- pertanyaan wajib sudah sesuai
6. Sebarkan Survei
Setelah siap, bagikan link kepada target responden.
Media yang dapat digunakan antara lain:
- media sosial
- website
- komunitas online
Google Forms memungkinkan formulir dikirim kepada orang lain untuk mengumpulkan respons. (Google Help)
Tips Membuat Survei Online untuk Penelitian
Jika metode ini digunakan untuk skripsi atau penelitian, ada beberapa hal yang perlu mendapatkan perhatian lebih.
Sesuaikan Pertanyaan dengan Variabel
Jangan membuat pertanyaan hanya karena terlihat menarik.
Jika penelitian memiliki variabel X dan Y, setiap item harus memiliki hubungan dengan indikator yang ingin diukur.
Gunakan Bahasa yang Sederhana
Responden seharusnya tidak perlu membaca pertanyaan berkali-kali hanya untuk memahami maksudnya.
Jangan Terlalu Panjang
Survei yang terlalu panjang dapat membuat responden lelah.
Jika banyak pertanyaan memang diperlukan, kelompokkan berdasarkan topik agar lebih mudah diikuti.
Perhatikan Kriteria Responden
100 respons belum tentu lebih baik daripada 50 respons.
Jika 100 orang tersebut tidak memenuhi kriteria penelitian, jumlah yang besar tidak otomatis membuat data menjadi lebih baik.
Lakukan Uji Coba
Sebelum pengumpulan data utama, lakukan pengecekan atau uji coba sesuai rancangan penelitian.
Hal ini dapat membantu menemukan pertanyaan yang membingungkan atau masalah teknis pada formulir.
Kesalahan yang Sering Terjadi
Salah satu kesalahan paling umum adalah membuat online survei tanpa menentukan tujuan yang jelas.
Akibatnya, pertanyaan menjadi terlalu banyak dan tidak semuanya diperlukan.
Kesalahan lainnya adalah menggunakan pertanyaan yang sulit dipahami.
Contohnya:
“Apakah Anda merasa kualitas pelayanan dan harga yang diberikan perusahaan sudah memuaskan?”
Pertanyaan tersebut sebenarnya mengandung dua aspek sekaligus: kualitas pelayanan dan harga.
Responden bisa saja puas terhadap pelayanan tetapi tidak puas terhadap harga.
Lebih baik kedua aspek tersebut ditanyakan secara terpisah.
Kesalahan berikutnya adalah langsung menyebarkan link tanpa melakukan pengujian.
Padahal, satu kesalahan kecil dalam pilihan jawaban dapat memengaruhi data yang terkumpul.
Online Survei untuk Kebutuhan Skripsi
Bagi mahasiswa, online survei dapat menjadi pilihan praktis untuk proses pengumpulan data skripsi.
Misalnya penelitian membutuhkan:
150 responden mahasiswa yang pernah menggunakan layanan tertentu.
Peneliti dapat membuat kuesioner online, menentukan kriteria responden, lalu menyebarkan link kepada target yang sesuai.
Namun, tantangannya sering kali bukan membuat formulir.
Mendapatkan responden yang sesuai justru bisa menjadi bagian yang lebih sulit.
Jika penelitian memiliki kriteria khusus seperti domisili, usia, pekerjaan, jenis kelamin, pengalaman menggunakan produk, atau karakteristik lainnya, proses pencarian responden perlu dilakukan dengan lebih terarah.
Karena itu, sebelum menyebarkan online survei, tentukan terlebih dahulu siapa yang benar-benar dibutuhkan sebagai responden.
Kesimpulan
Online survei adalah metode pengumpulan data menggunakan internet sebagai media untuk menyebarkan dan mengisi survei.
Metode ini dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari penelitian skripsi hingga riset pasar dan survei kepuasan pelanggan.
Kelebihannya adalah proses distribusi dan pengumpulan data dapat dilakukan secara digital. Namun, kemudahan tersebut tidak berarti kualitas data otomatis terjamin.
Pertanyaan harus dirancang dengan jelas, target responden harus sesuai, dan proses pengumpulan data perlu direncanakan.
Jika teman-teman sedang mengerjakan skripsi dan membutuhkan responden penelitian, jasa pengisian kuesioner, atau bantuan pengumpulan data, KuesionerOnline dapat menjadi salah satu opsi untuk membantu memperoleh responden sesuai kriteria penelitian.
6. REFERENSI
Referensi:

