Kuesioneronline – Teman-teman yang memiliki anak balita mungkin pernah mendengar istilah KPSP ketika melakukan pemeriksaan tumbuh kembang anak di fasilitas kesehatan.
Istilah ini sering muncul bersama dengan pemantauan perkembangan anak. Namun, tidak sedikit orang tua yang masih bertanya-tanya, apa itu KPSP dan sebenarnya apa yang dinilai melalui kuesioner tersebut?
KPSP merupakan singkatan dari Kuesioner Pra Skrining Perkembangan. Kementerian Kesehatan menggunakannya sebagai salah satu instrumen untuk membantu menilai perkembangan anak sesuai dengan tahapan usianya.
KPSP bukan sekadar kuesioner biasa.
Pertanyaan di dalamnya berkaitan dengan kemampuan perkembangan anak, sehingga penggunaannya perlu mengikuti usia anak dan petunjuk yang telah ditetapkan.
Lalu, bagaimana cara kerjanya? Bagaimana hasilnya dibaca? Dan apakah hasilnya dapat langsung digunakan untuk menyimpulkan bahwa seorang anak mengalami gangguan perkembangan?
Mari kita bahas.
Daftar Isi
- Apa Itu KPSP?
- Apa Fungsi KPSP?
- Aspek Apa yang Dinilai dalam KPSP?
- Bagaimana Cara Menggunakan KPSP?
- Menentukan Usia Anak
- Memilih KPSP Sesuai Usia
- Menjawab Pertanyaan
- Bagaimana Interpretasi Hasil KPSP?
- Apa Arti Hasil KPSP Sesuai, Meragukan, dan Penyimpangan?
- Contoh KPSP Berdasarkan Usia
- Apa yang Harus Dilakukan Setelah Mendapatkan Hasil KPSP?
- Perbedaan KPSP dengan Kuesioner Penelitian
- Kesimpulan
Apa Itu KPSP?
KPSP adalah Kuesioner Pra Skrining Perkembangan yang digunakan untuk membantu mengetahui apakah perkembangan anak sesuai dengan tahapan usianya atau terdapat indikasi yang perlu ditindaklanjuti. Kementerian Kesehatan mencantumkannya sebagai salah satu instrumen dalam pemantauan perkembangan anak.
KPSP merupakan bagian dari upaya Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK).
Dalam dokumentasi SATUSEHAT Kementerian Kesehatan, hasilnya direpresentasikan dalam kategori perkembangan sesuai usia, meragukan, atau curiga adanya penyimpangan.
Sederhananya, Instrument ini membantu menjawab pertanyaan:
“Apakah kemampuan perkembangan anak sudah sesuai dengan tahapan yang diharapkan pada usianya?”
Karena perkembangan anak berlangsung bertahap, KPSP tidak menggunakan satu daftar pertanyaan yang sama untuk semua usia.
Pertanyaan disesuaikan dengan kelompok usia anak.
Apa Fungsi KPSP?
Fungsi utamanya adalah skrining perkembangan anak.
Skrining berbeda dengan diagnosis.
Tujuan skrining adalah membantu mengidentifikasi apakah terdapat tanda yang perlu diperhatikan atau ditindaklanjuti. Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa hal ini digunakan untuk mengetahui apakah perkembangan anak normal atau terdapat penyimpangan.
Karena itu, hasilnya sebaiknya tidak langsung dipahami sebagai diagnosis medis.
Jika hasil skrining menunjukkan adanya kemungkinan masalah, tindak lanjut dapat dilakukan melalui tenaga kesehatan sesuai kebutuhan.
KPSP juga menjadi bagian dari pemantauan perkembangan anak bersama berbagai pemeriksaan lainnya. Kementerian Kesehatan menyebut pemantauan perkembangan balita dapat menggunakan ceklis Buku KIA, KPSP, atau instrumen baku lainnya.
Aspek Apa yang Dinilai dalam KPSP?
Pertanyaan dalam KPSP berkaitan dengan kemampuan perkembangan anak.
Dalam materi Kementerian Kesehatan, contoh tugas KPSP mencakup kemampuan yang berkaitan dengan gerak halus serta bicara dan bahasa.
Secara umum, perkembangan anak dapat dilihat melalui berbagai kemampuan, seperti:
- motorik kasar
- motorik halus
- kemampuan bicara dan bahasa
- kemampuan sosial dan kemandirian
Contohnya, pada kelompok usia tertentu, anak dapat diminta melakukan aktivitas sederhana yang sesuai dengan tahap perkembangannya.
Hal yang dinilai bukan apakah anak “pintar” atau “tidak pintar”.
Fokusnya adalah apakah anak telah menunjukkan kemampuan yang diharapkan pada tahapan usia tertentu.
Bagaimana Cara Menggunakan KPSP?
Penggunaan KPSP perlu memperhatikan usia anak.
Kementerian Kesehatan memberikan petunjuk bahwa pemilihannya dilakukan berdasarkan usia anak dalam bulan.
Menentukan Usia Anak
Langkah pertama adalah menentukan usia anak.
Usia dihitung dalam satuan bulan dengan aturan pembulatan tertentu yang tercantum dalam pedoman yang berlaku.
Sebagai contoh, pedoman Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa anak berusia 3 bulan 16 hari dibulatkan menjadi 4 bulan, sedangkan usia 3 bulan 15 hari tetap dihitung 3 bulan.
Tanggal lahir anak perlu diperhatikan.
Memilih KPSP Sesuai Usia
Setelah usia ditentukan, pilih formulir KPSP yang sesuai.
Pedoman Kementerian Kesehatan juga menjelaskan bahwa jika usia anak berada di antara kelompok usia yang tersedia, Instrument yang digunakan adalah yang lebih kecil dari usia anak.
Misalnya, anak berusia 7 bulan menggunakan KPSP 6 bulan. Ketika anak berusia 9 bulan, KPSP yang digunakan adalah KPSP 9 bulan.
Ini merupakan salah satu alasan mengapa usia menjadi bagian penting dalam penggunaannya.
Menjawab Pertanyaan
KPSP terdiri dari pertanyaan yang dapat dijawab oleh ibu atau pengasuh serta perintah tertentu yang perlu dilakukan oleh anak atau diperagakan sesuai petunjuk.
Setiap pertanyaan memiliki dua pilihan jawaban:
- YA
- TIDAK
Pedoman Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa jawaban “YA” digunakan ketika kemampuan yang ditanyakan dapat dilakukan anak, sedangkan “TIDAK” digunakan ketika kemampuan tersebut belum dilakukan atau tidak pernah dilakukan sesuai kriteria pertanyaan.
Karena setiap pertanyaan memiliki cara penilaian tertentu, sebaiknya pertanyaan dibaca dengan teliti dan tidak mengubah instruksi secara sembarangan.
Bagaimana Interpretasi Hasil KPSP?
Setelah seluruh pertanyaan dijawab, jumlah jawaban YA dihitung.
Pedoman Kementerian Kesehatan menjelaskan interpretasi sebagai berikut:
| Jumlah jawaban YA | Interpretasi |
|---|---|
| 9–10 | Perkembangan sesuai tahapan usia (S) |
| 7–8 | Perkembangan meragukan (M) |
| 6 atau kurang | Kemungkinan terdapat penyimpangan (P) |
Hasil tersebut kemudian menjadi dasar untuk menentukan tindak lanjut yang diperlukan.
Namun, penting untuk memahami bahwa hasil skrining bukan diagnosis akhir.
Jika hasil menunjukkan kemungkinan penyimpangan, pemeriksaan lebih lanjut oleh tenaga kesehatan diperlukan untuk mendapatkan penilaian yang sesuai.
Apa Arti Hasil KPSP Sesuai, Meragukan, dan Penyimpangan?
Perkembangan Sesuai
Kategori ini menunjukkan jumlah jawaban YA berada pada rentang yang menunjukkan perkembangan sesuai dengan tahapan usia menurut kriteria Kuesioner Pra Skrining Perkembangan.
Bukan berarti anak tidak membutuhkan stimulasi.
Pemantauan dan stimulasi perkembangan tetap penting dilakukan sesuai usia.
Perkembangan Meragukan
Kategori meragukan menunjukkan bahwa hasil skrining belum sepenuhnya berada pada kategori sesuai.
Pada kondisi seperti ini, bagian yang mendapatkan jawaban “TIDAK” perlu diperhatikan.
Pedoman Kuesioner Pra Skrining Perkembangan memang mengarahkan agar jawaban tidak dirinci kembali untuk menentukan aspek yang perlu diperhatikan.
Kemungkinan Penyimpangan
Jika jumlah jawaban YA berada pada enam atau kurang, hasil KPSP masuk kategori yang menunjukkan kemungkinan adanya penyimpangan.
Ini bukan berarti orang tua dapat langsung menyimpulkan anak mengalami gangguan tertentu.
Hasil tersebut merupakan hasil skrining yang perlu ditindaklanjuti sesuai prosedur pelayanan kesehatan.
Contoh KPSP Berdasarkan Usia
Instrument ini menggunakan pertanyaan yang berbeda sesuai usia anak.
Dalam Buku KIA Kementerian Kesehatan, misalnya, formulir Kuesioner Pra Skrining Perkembangan usia 3 bulan memuat pertanyaan mengenai kemampuan bayi menggerakkan lengan dan tungkai, melihat serta menatap wajah, mengeluarkan suara selain menangis, dan mengikuti gerakan dengan kepala.
Contoh lainnya terdapat pada materi pelatihan Kementerian Kesehatan untuk anak usia 72 bulan.
Pada kelompok usia tersebut, beberapa tugas mencakup kemampuan menunjuk warna tertentu dan menggambar bagian tubuh.
Dari contoh tersebut terlihat bahwa pertanyaannya memang dirancang mengikuti perkembangan kemampuan anak.
Karena itu, jangan menggunakan pertanyaan dari kelompok usia lain hanya karena terlihat lebih mudah atau lebih sulit.
Apa yang Harus Dilakukan Setelah Mendapatkan Hasilnya?
Bagian ini tidak kalah penting.
Jika hasil menunjukkan perkembangan sesuai, pemantauan perkembangan tetap dapat dilanjutkan sesuai jadwal dan anjuran tenaga kesehatan.
Jika hasil menunjukkan kategori meragukan atau kemungkinan penyimpangan, jangan langsung panik.
Hasil skrining perlu dibicarakan dengan tenaga kesehatan agar dapat ditentukan langkah berikutnya.
Kementerian Kesehatan sendiri menempatkan Hal ini sebagai bagian dari metode pemeriksaan perkembangan pada balita dan anak prasekolah.
Jadi, hal ini sebaiknya dipandang sebagai alat deteksi awal, bukan alat untuk menetapkan diagnosis secara mandiri.
Kementerian Kesehatan juga menekankan pentingnya stimulasi tumbuh kembang dan pemantauan perkembangan anak secara berkala.
Perbedaan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan dengan Kuesioner Penelitian
Jika Anda sedang mencari informasi tentang kuesioner penelitian, jangan sampai hal ini dianggap sama dengan kuesioner penelitian pada umumnya.
Keduanya memang sama-sama menggunakan pertanyaan atau tugas yang memiliki jawaban tertentu, tetapi tujuan penggunaannya berbeda.
| KPSP | Kuesioner penelitian |
|---|---|
| Digunakan untuk skrining perkembangan anak | Digunakan untuk mengumpulkan data penelitian |
| Berkaitan dengan perkembangan anak | Dapat membahas berbagai variabel penelitian |
| Memiliki kelompok pertanyaan berdasarkan usia | Pertanyaan disusun berdasarkan tujuan dan desain penelitian |
| Digunakan dalam konteks pemantauan perkembangan | Digunakan sebagai instrumen penelitian |
| Memiliki pedoman interpretasi tertentu | Analisis mengikuti metode penelitian |
Jadi, jika penelitian Anda menggunakan KPSP sebagai instrumen, penggunaan dan interpretasinya harus mengikuti pedoman instrumen tersebut.
Jangan mengubah pertanyaan atau sistem penilaian tanpa dasar metodologis yang jelas.
Kesimpulan
KPSP atau Kuesioner Pra Skrining Perkembangan merupakan instrumen yang digunakan untuk membantu melakukan skrining perkembangan anak sesuai tahapan usianya. Hal ini menjadi bagian dari pemantauan perkembangan dalam kerangka SDIDTK dan digunakan untuk mengidentifikasi apakah perkembangan anak sesuai, meragukan, atau memiliki kemungkinan penyimpangan.
Penggunaannya perlu memperhatikan usia anak, formulir yang sesuai, cara menjawab pertanyaan, serta interpretasi hasil.
Yang juga perlu diingat, KPSP adalah alat skrining, bukan diagnosis.
Jika hasil menunjukkan adanya kemungkinan masalah perkembangan, langkah berikutnya adalah melakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut dengan tenaga kesehatan.
Bagi teman-teman yang sedang mengerjakan penelitian mengenai tumbuh kembang anak dan membutuhkan responden untuk pengumpulan data penelitian, KuesionerOnline dapat menjadi salah satu opsi untuk membantu kebutuhan responden penelitian sesuai kriteria yang telah ditentukan.
6. REFERENSI
Referensi:
- Kementerian Kesehatan RI – Pedoman Kuesioner Pra Skrining Perkembangan(Ditjen P2)
- SATUSEHAT Kementerian Kesehatan – Tumbuh Kembang (Satusehat)
- Kementerian Kesehatan RI – Buku KIA (Repositori Ditjen Tenaga Kesehatan)
- Kementerian Kesehatan RI – Keputusan Menteri Kesehatan (Kesprimkom)
- Kementerian Kesehatan RI – Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Tumbuh Kembang (Ayo Sehat)

