Kuesioneronline – Pernah mengetik kata “survai” ketika mencari informasi tentang penelitian atau kuesioner?
Anda tidak sendirian.
Kata tersebut cukup sering digunakan ketika orang ingin mencari informasi mengenai survei, baik untuk kebutuhan penelitian, skripsi, riset pasar, maupun pengumpulan data.
Namun, muncul pertanyaan sederhana: sebenarnya yang benar “survai” atau “survei”?
Pertanyaan ini penting karena penggunaan istilah yang tepat dapat membantu kita menulis laporan, proposal penelitian, maupun kuesioner dengan lebih baik.
Selain itu, istilah “survei” juga sering muncul bersama kata seperti survey online, kuesioner penelitian, dan pengumpulan data.
Lalu, apa sebenarnya perbedaan keduanya?
Daftar Isi
- Survai atau Survei, Mana yang Benar?
- Apa Itu Survei?
- Apa Tujuan Survei?
- Jenis-Jenis Survei
- Survei Penelitian
- Survei Online
- Survei Kepuasan Pelanggan
- Survei Riset Pasar
- Apa Perbedaan Survei dan Kuesioner?
- Contoh Survei
- Cara Membuat Survei untuk Penelitian
- Kesalahan yang Sering Terjadi dalam Survei
- Kesimpulan
Survai atau Survei, Mana yang Benar?
Dalam bahasa Indonesia baku, bentuk yang digunakan adalah survei, bukan survai.
Kata survei merujuk pada kegiatan pengumpulan informasi atau data dari sekelompok orang untuk memperoleh gambaran mengenai suatu kondisi, pendapat, karakteristik, atau fenomena tertentu.
Sementara itu, “survai” merupakan bentuk penulisan yang tidak baku.
Meski demikian, kata “survai” tetap dapat ditemukan dalam pencarian internet karena sebagian orang terbiasa menggunakan ejaan tersebut.
Dari sisi SEO, kondisi ini menarik.
Seseorang yang mengetik “survai” kemungkinan besar tetap memiliki maksud pencarian yang sama dengan orang yang mengetik “survei”.
Karena itu, jika Anda menemukan keyword survai dalam data keyword, jangan langsung menganggapnya sebagai topik yang berbeda.
Kemungkinan besar keyword tersebut merupakan variasi ejaan dari survei.
Apa Itu Survei?
Survei adalah metode pengumpulan data atau informasi dari sejumlah responden menggunakan pertanyaan yang telah disusun untuk memperoleh informasi mengenai topik tertentu.
Survei dapat dilakukan secara langsung maupun melalui media digital.
Dalam penelitian, survei dapat digunakan untuk mendapatkan informasi mengenai:
- pendapat responden
- sikap
- pengalaman
- perilaku
- karakteristik tertentu
- tingkat kepuasan
- preferensi
Misalnya seorang mahasiswa ingin mengetahui tingkat kepuasan mahasiswa terhadap layanan perpustakaan kampus.
Ia dapat membuat beberapa pertanyaan yang kemudian diberikan kepada mahasiswa yang menjadi target penelitian.
Jawaban yang terkumpul selanjutnya digunakan sebagai data penelitian.
Apa Tujuan Survei?
Tujuan survei bergantung pada konteks penggunaannya.
Mengumpulkan Data Penelitian
Survei dapat digunakan untuk memperoleh data dari responden dalam penelitian kuantitatif maupun kebutuhan riset lainnya.
Misalnya:
“Apakah terdapat pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan?”
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, peneliti dapat mengumpulkan data dari responden menggunakan instrumen penelitian yang sesuai.
Mengetahui Pendapat Konsumen
Perusahaan dapat menggunakan survei untuk mengetahui pendapat pelanggan mengenai produk atau layanan.
Contohnya:
“Seberapa puas Anda dengan layanan yang diberikan?”
Jawaban tersebut dapat digunakan sebagai bahan evaluasi.
Memahami Preferensi
Survei juga dapat digunakan untuk mengetahui pilihan atau preferensi seseorang.
Misalnya perusahaan ingin mengetahui fitur apa yang paling diinginkan calon pengguna.
Mengevaluasi Program
Setelah sebuah kegiatan selesai, survei dapat digunakan untuk mendapatkan feedback dari peserta.
Dengan begitu, penyelenggara dapat mengetahui bagian yang sudah baik dan aspek yang masih perlu diperbaiki.
Jenis-Jenis Survei
Survei dapat dibedakan berdasarkan tujuan maupun cara pelaksanaannya.
Survei Penelitian
Survei penelitian digunakan untuk mendapatkan data yang dibutuhkan dalam suatu penelitian.
Jenis ini banyak digunakan dalam:
- skripsi
- tugas akhir
- penelitian mahasiswa
- penelitian akademik
- riset sosial
- riset pasar
Pertanyaannya biasanya disusun berdasarkan variabel dan indikator yang telah ditentukan.
Survei Online
Survei online dilakukan melalui internet.
Responden dapat mengisi pertanyaan menggunakan komputer maupun perangkat lain yang mendukung.
Salah satu contoh platform yang dapat digunakan adalah Google Forms, yang menyediakan fitur untuk membuat formulir, mengumpulkan respons, serta mengelola jawaban. Google Docs Editors Help – Cara menggunakan Google Formulir
Kelebihan survei online adalah distribusinya relatif mudah.
Peneliti cukup membagikan tautan kepada target responden.
Survei Kepuasan Pelanggan
Jenis survei ini berfokus pada pengalaman pelanggan.
Contohnya:
“Bagaimana tingkat kepuasan Anda setelah menggunakan layanan kami?”
Hasilnya dapat digunakan untuk mengevaluasi kualitas pelayanan.
Survei Riset Pasar
Survei riset pasar digunakan untuk memahami kondisi atau kebutuhan pasar.
Pertanyaan dapat berkaitan dengan:
- kebiasaan membeli
- preferensi produk
- harga
- kebutuhan konsumen
- persepsi terhadap merek
- alasan memilih produk
Informasi tersebut dapat membantu perusahaan memahami calon pelanggan sebelum mengambil keputusan bisnis.
Apa Perbedaan Survei dan Kuesioner?
Survei dan kuesioner sering dianggap sama.
Padahal, keduanya memiliki konteks yang sedikit berbeda.
Survei merupakan kegiatan atau metode untuk mengumpulkan informasi dari responden.
Sementara itu, kuesioner merupakan instrumen yang berisi kumpulan pertanyaan yang digunakan untuk memperoleh jawaban dari responden.
Sederhananya:
Survei = kegiatan pengumpulan data.
Kuesioner = alat atau instrumen yang berisi pertanyaan.
Contohnya, seorang mahasiswa melakukan survei mengenai kepuasan mahasiswa.
Ia kemudian menggunakan kuesioner sebagai instrumen untuk mengumpulkan jawaban.
Dengan demikian, kuesioner dapat menjadi bagian dari proses survei.
Contoh Survei
Misalnya topik penelitian:
Pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Pelanggan
Survei dapat berisi pertanyaan seperti:
Pertanyaan karakteristik responden
Berapa usia Anda?
Pertanyaan penelitian
“Pelayanan diberikan sesuai dengan kebutuhan saya.”
Pilihan jawaban:
- Sangat Tidak Setuju
- Tidak Setuju
- Netral
- Setuju
- Sangat Setuju
Pertanyaan berikutnya:
“Saya merasa puas dengan pelayanan yang diberikan.”
Dengan sejumlah pertanyaan yang relevan, peneliti dapat memperoleh data yang kemudian dianalisis sesuai metode penelitian.
Cara Membuat Survei untuk Penelitian
Membuat survei penelitian sebaiknya tidak dimulai dengan langsung membuat pertanyaan.
Ada beberapa tahap yang perlu diperhatikan.
1. Tentukan Tujuan
Tentukan terlebih dahulu apa yang ingin diketahui.
Misalnya:
Mengetahui pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan.
2. Tentukan Variabel
Jika penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif, identifikasi variabel yang akan diteliti.
Contohnya:
- X = kualitas pelayanan
- Y = kepuasan pelanggan
3. Tentukan Indikator
Setiap variabel perlu diterjemahkan ke dalam indikator yang sesuai dengan landasan teori dan rancangan penelitian.
4. Susun Pertanyaan
Setelah indikator ditentukan, buat item pertanyaan yang dapat mengukur aspek tersebut.
Pertanyaan harus jelas dan tidak menimbulkan interpretasi yang terlalu luas.
5. Tentukan Responden
Tentukan siapa yang dapat menjadi responden.
Misalnya:
Mahasiswa aktif berusia 18–25 tahun yang pernah menggunakan layanan tertentu.
6. Lakukan Uji Coba
Sebelum disebarkan secara luas, lakukan pemeriksaan atau uji coba untuk mengetahui apakah terdapat pertanyaan yang membingungkan.
7. Sebarkan Survei
Setelah instrumen siap, survei dapat disebarkan kepada responden sesuai kriteria yang telah ditentukan.
Kesalahan yang Sering Terjadi dalam Survei
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
Menggunakan Pertanyaan yang Tidak Jelas
Pertanyaan harus mudah dipahami oleh responden.
Hindari istilah teknis yang tidak diperlukan.
Menggabungkan Dua Hal dalam Satu Pertanyaan
Misalnya:
“Apakah pelayanan cepat dan petugasnya ramah?”
Pertanyaan tersebut sebenarnya mengukur dua hal berbeda.
Responden bisa saja menganggap pelayanan cepat, tetapi petugas tidak ramah.
Lebih baik dibuat menjadi dua pernyataan.
Tidak Menentukan Target Responden
Menyebarkan survei kepada siapa saja mungkin menghasilkan banyak jawaban.
Namun, jika responden tidak sesuai dengan populasi atau kriteria penelitian, data tersebut belum tentu dapat digunakan.
Terlalu Banyak Pertanyaan
Survei yang terlalu panjang dapat membuat responden kehilangan fokus.
Setiap pertanyaan sebaiknya memiliki fungsi yang jelas.
Kesimpulan
Jadi, “survai” atau “survei”?
Jika mengikuti bentuk bahasa Indonesia yang baku, gunakan survei.
Sementara itu, kata “survai” lebih tepat dipahami sebagai variasi penulisan yang masih digunakan sebagian orang dalam pencarian maupun percakapan.
Survei sendiri merupakan metode yang dapat digunakan untuk mengumpulkan informasi dari responden, baik untuk penelitian, riset pasar, evaluasi, maupun kebutuhan lainnya.
Dalam penelitian, survei sering menggunakan kuesioner sebagai instrumen pengumpulan data.
Karena itu, jika Anda sedang menyusun kuesioner penelitian atau skripsi, jangan hanya memperhatikan jumlah pertanyaan. Pastikan setiap pertanyaan memiliki hubungan dengan tujuan, variabel, indikator, dan karakteristik responden yang dibutuhkan.
Jika Anda membutuhkan bantuan dalam mendapatkan responden penelitian, jasa isi kuesioner, atau pengumpulan data penelitian, KuesionerOnline dapat menjadi salah satu opsi untuk membantu kebutuhan tersebut berdasarkan kriteria yang Anda tentukan.
6. REFERENSI
Referensi:

